Sabtu, 19 Agustus 2017

Festival Seni Budaya Indonesia dan Jerman di 'Jakarta Berlin Arts Festival'

| 3.756 Views
selama ini seni dan budaya masa kini kota Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, kurang dikenal. Meskipun sejak tahun 1993 Jakarta telah resmi menjadi kota kembar Berlin.
London (ANTARA News) - Walikota Berlin Klaus Wowereit dan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo memberikan dukungan penuh pada penyelenggaraan Festival Seni dan Budaya Jerman-Indonesia yang bertajuk 'Jakarta Berlin Arts Festival' yang digelar dari 25 Juni hingga 3 Juli mendatang di Berlin.

Humas Jakarta Berlin Arts Festival, Boboy Simanjuntak dalam keterangannya kepada Antara London, Jumat menyebutkan selama ini seni dan budaya masa kini kota Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, kurang dikenal. Meskipun sejak tahun 1993 Jakarta telah resmi menjadi kota kembar Berlin.

Untuk itu ajang Jakarta Berlin Arts Festival akan memperkenalkan seni dan budaya Jakarta yang aktual dan terpilih untuk pertama kalinya bagi masyarakat luas kota Berlin.

Dikatakannya titik berat Jakarta Berlin Arts Festival adalah mempertunjukkan seni kontemporer di bidang teater, tari dan musik dari kota metropolitan Jakarta yang berpenduduk sekitar 10 juta.

Rangkaian Jakarta Berlin Arts Festival selain pangelaran seni musik dan fashion show juga digelar pemutaran film cerita, film dokumentasi, pertunjukkan seni lainnya serta diskusi.

Menurut Boboy Simanjuntak, berbagai seniman Indonesia yang terkenal di Asia, pada kesempatan ini akan mempertunjukkan karyanya untuk yang pertama kali di Eropa.

Selain itu berlangsung juga workshop, acara temu penyair dan temu kaum intelektual Indonesia-Jerman. Kesempatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan dan budaya yang bermutu di Berlin.

Direktur Jakarta Berlin Arts Festival Martin Jankowski mempersiapkan ajang ini bekerjasama dengan kurator dan pekerja seni Indonesia dan Jerman yang berdedikasi tinggi.

Indonesia sebagai negara kepulauan di wilayah tropis merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia yang saat ini memiliki perkembangan yang mengagumkan di bidang ekonomi sekitar 6,5 persen per tahun juga dinamika
masyarakatnya.

Keterbukaan budaya Indonesia di dunia yang terbentuk dari lebih dua ratus bahasa dan aneka ragam tradisi menjadikan pergerakan seni kota Jakarta sebagai salah satu pergerakan seni yang paling bervariasi di dunia.

Pada konser pembukaan, di Admiralspalast (Studio) antara lain tampil seniman Sayo yang menampilkan pertunjukan performance dengan gong yang ia buat sendiri dengan ukurannya yang besar, tidak seperti biasanya.

Selain itu juga duet pianis kembar Sonja dan Shanti Sungkono akan mempersembahkan musik kontemporer dari Asia. Puncak acara pada malam ini adalah tampilnya kelompok musik Banjar Berlin.

Kelompok musik yang berdiri sejak tahun 1973 tersebut dipimpin oleh Paul Gutama dan akan menggelar dua karya perdananya.

Paul Gutama terkenal dengan interpretasi musik gamelan kontemporernya yang penuh fantasi. Konser musiknya pada malam ini sekaligus menjadi malam perpisahan baginya dari kegiatan musik panggung.

Acara Jakarta Berlin Arts Festival diresmikan Duber RI untuk Federasi Jerman Eddy Pratomo, S.E, yang kemudian diikuti Martin Jankowski sebagai ketua penyelenggara festival dan penyair asal Indonesia Agus R. Sarjono.

(ZG) (ANTARA)



Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar Pembaca