Minggu, 26 Maret 2017

Harimau Terperangkap Jerat Rusa

| 3.219 Views
id harimau, terperangkap, jerat rusa
Harimau Terperangkap Jerat Rusa
Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae). (ANTARA/Hendri)
Pekanbaru (ANTARA News) - Seekor harimau Sumatera dilaporkan terperangkap jerat yang dipasang warga untuk menjerat rusa di salah satu perkampungan di Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis.

Kapolres Pelalawan, AKBP Arie Rahman Nafarin, yang dihubungi dari Pekanbaru mengaku pihaknya mendapatkan laporan terperangkapnya seekor harimau itu beberapa saat setelah binatang buas itu terjerat.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa langsung menjinakkan hewan itu, melainkan harus berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau untuk melakukan upaya agar hewan buas itu tidak mencederai warga.

"Kami dan BBKSDA Riau berencana membentuk tim untuk berangkat ke lokasi terjeratnya harimau, sebab penanganan harimau tidak bisa dilakukan dalam waktu satu atau dua menit, dan kami masih menunggu instruksi dari BBKSDA," ujarnya.

Saat ini, lanjut Arie, personel Polsek Pangkalan Kuras bersama warga setempat telah berada di lokasi kejadian, namun tidak ada yang berani mendekati binatang yang memiliki nama latin Panthera tigris sumatrae itu.

Kondisi tersebut juga telah menyebabkan sebagian warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi terjeratnya harimau menjadi ketakutan, dan tidak berani keluar rumah karena binatang buas itu terus meraung.

"Warga khawatir dengan raungan harimau itu menyebabkan harimau lain datang ke sekitar lokasi pemukiman warga yang tak jauh dari tempat terjeratnya harimau," katanya lagi.

Informasi warga menyebutkan, seekor harimau itu terperangkap jerat rusa pada Kamis, (30/6) dinihari karena kejadian itu baru diketahui pada pagi harinya.

Penduduk di perkampungan Desa Kesuma diperkirakan sering menjerat rusa untuk dikonsumsi dagingnya, atau dijual ke pasar sehingga menyebabkan populasi hewan yang dilindungi itu kian terancam punah.  (M046/Z002/K004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar Pembaca