Magelang (ANTARA News) - Semadi (merenung) secara teratur bermanfaat mengatasi hipertensi karena aktivitas itu mampu mengendalikan sistem hormonal yang memengaruhi serangan penyakit tersebut, kata dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dr Suharnadi.

"Aktivitas seperti semadi dan renungan baik untuk mengendalikan sistem hormonal yang menyebabkan hipertensi," katanya pada seminar kesehatan bertajuk "Pola Hidup Sehat Dalam Mencegah Komplikasi Hipertensi, Diabetes, dan Stroke" dalam rangkaian peringatan Seabad Seminari Menengah Mertoyudan (SMM) di Magelang, Jateng, Sabtu.

Ia mengemukakan tentang pentingnya setiap orang menjalani kehidupan secara rileks agar terhindar dari serangan hipertensi.

Selain itu, katanya, setiap orang harus selalu memperhatikan pola konsumsi makanan sebagai upaya menjaga kesehatannya.

Apalagi, katanya, orang tua dengan riwayat hipertensi harus memperhatikan pola makan yang sehat terhadap anak-anaknya.

Ia mengemukakan, hipertensi harus diatasi agar tidak merembet kepada serangan penyakit lainnya seperti jantung, ginjal, mata, dan stroke.

"Tetapi belum tentu pusing kepala itu hipertensi, harus melalui tes kesehatan terlebih dulu sebelum menyimpulkan seseorang menderita hipertensi," katanya.

Ahli nutrisi RS Panti Rapih Yogyakarta Dr Andry Hartono mengemukakan, pola makan secara sehat mencegah seseorang terserang penyakit.

Ia mengatakan, kemajuan teknologi mendorong perkembangan industri makanan.

Masyarakat, katanya, perlu selalu memerhatikan produk makanan yang kemungkinan mengandung zat kimia berbahaya karena bisa mengganggu kesehatan.

"Ada zat kimia yang boleh dan tidak boleh ada dalam produk makanan, karena bisa mengganggu sistem jaringan dalam tubuh," katanya.

Ia mengatakan, dunia kedokteran mengalami kemajuan pesat seiring dengan kemajuan teknologi.

Tetapi, katanya, kemajuan itu belum seiring dengan usia harapan hidup manusia menjadi lebih panjang.

"Terjadi kemajuan ilmu kedokteran dan kemajuan teknologi, tetapi usia makin pendek. Kemajuan teknologi memberikan terobosan kepada industri makanan. Makanan yang tidak sehat antara lain mengganggu pembuluh darah. Sel-sel otak seharusnya mendapat oksigen secara memadai, tetapi karena pembuluh darah terganggu sehingga sel-sel itu mati, karena sistem jaringan terganggu," katanya.

Seminar kesehatan di aula kompleks pendidikan calon imam Katolik itu kerja sama SMM dengan "Alumni Merto" Angkatan Kelas Persiapan Pertama (KPP) 1979 dan Kelas Persiapan Atas (KPA) 1982. Mereka juga menggelar pengobatan gratis dan bazar di kompleks sekolah itu pada 2-3 Juli 2011 terutama untuk masyarakat setempat.

Berbagai kegiatan dalam rangkaian peringatan Seabad SMM berlangsung selama satu tahun dengan puncaknya pada 30 Mei 2012.(*)
(L.M029*H018/N002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011