Selasa, 2 September 2014

Tarian Sajojo dari Papua Pukau Warga Windsor Inggris

Rabu, 6 Juli 2011 06:26 WIB | 12.366 Views
Tarian Sajojo dari Papua Pukau Warga Windsor Inggris
Tari Sajojo. (istimewa)
London (ANTARA News) - Tarian Sajojo dari Papua yang merupakan tarian selamat datang pada para tamu yang ditampilkan siswa SMA Labschool Jakarta dengan lincah dan ceriah berhasil mengundang tepuk tangan pengunjung acara "Indonesian Dance Celebration" yang diadakan di Oakfield First School di Windsor yang tidak jauh dari Istana Ratu Elizabeth Windsor, Inggris, akhir pekan lalu.

Acara Indonesian Dance Celebtration merupakan acara pagelaran kesenian dan bazaar makanan Indonesia yang diadakan atas insiatif warga Indonesia yang tinggal di Windsor, Lenny Stoddart, ujar Sekretaris Tiga KBRI London, Billy Wibisono kepada Antara, Rabu.

Dikatakannya acara yang didukung KBRI London dilaksanakan untuk memperkenalkan kekayaan kesenian dan tarian Indonesia kepada warga Inggris yang tinggal di daerah Windsor dan sekitarnya juga dihadiri Walikota Windsor (Mayor of the Royal Borough of Windsor and Maidenhead) Councillor Asghar Mejeed.

Councillor Ashgar Majeed menyebutkan acara Indonesian Dance Celebtarion tersebut sangat baik untuk meningkatan pengetahuan warga Windsor tentang keanekaragaman budaya Indonesia serta mendekatkan hubungan antara Inggris dan Indonesia.

Sementara itu Counsellor Penerangan dan Sosial Budaya KBRI London Herry Sudradjat mewakili Dutabesar Yuri Thamrin menyebutkan bahwa kedekatan antara Indonesia dan Inggris bukan suatu hal yang baru, karena hubungan kesejarahan kedua Negara telah terjalin selama 200 tahun.

Hal ini ditandai dengan kunjungan pertama Sir Stamford Raffles pada tahun 1811 ke Indonesia . Dalam hal ini KBRI London memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan lebih lanjut hubugan Indonesia dan Inggris di berbagai bidang seperti politik, ekonomi dan sosial dan budaya.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 500 orang tersebut ditampilkan berbagai tarian tradisional Indonesia yang dibawakan siswa-siswi SMA Labschool, antara lain yaitu tari Lenso, tari Cokek dan kecapi suling.

Selain menyumbangkan kemahiran mereka dalam kesenian Indonesia, siswa-siswi SMA Labschool didampingi Kepala Sekolahnya M. Fakhruddin Maftuch berkunjung ke Inggris dalam rangka menjalin kerjasama dengan mitra sekolah di London GDST Streatham.

Kemahiran siswa SMA Labschool tersebut membuat pengunjung terpukau. "They are really quite talented," sambut Anne, seorang warga setempat yang turut hadir dalam acara tersebut. Bahkan Walikota Windsor menonton acara sampai akhir serta turut berpartisipasi dalam tari Poco-Poco yang diadakan di lapangan sekolah Oakfield tersebut.

Selain kesenian yang dipersembahkan murid SMA Labschool, seorang guru tari yang tinggal di Chesham, Ekadamayanti Dal Din, membawakan beberapa tarian lyaitu tari Panyembrana, tari Roro Ngigel dan Jaipongan.

Semetara anggota Bonapasogit UK yang terdiri atas Harold Tobing, Ronal Saragih, Hirim Pasaribu, Dahlia Brownfield-Pope, Ellen Siahaan Stephens serta Eddy Gada Manurung menghibur pengunjung dengan membawakan lagu-lagu Sumatera Utara seperti Baringin Saba Tonga, Dekke Jahir, Pos Ni Uhur, Alusi Au, Situmorang dan O Tano Batak.

Bonapasogit UK meramaikan bazaar dengan membuka stand dan ikut jualan untuk mengumpulkan dana membantu organisasi masyarakat di Samosir, serta Toko Eastwestoriental, toko kelontong online menjual berbagai macam produk makanan Indonesia seperti mie, kecap, sambal ABC, Teh sosro, Buavita, Fanta merah strawberry dan sirup Marjan dan berbagai produk lainnya. "Kami menjual berbagai kebutuhan makanan Indonesia yang juga diminati masyarakat Inggris," ujar Sri Dewi pemilik Eastwestoriental.

Makanan Indonesia yang mulai dikenal di Inggris membuat Tiwi Price, wanita Indonesia bersuamikan warga Australia juga membuka warung online Indofooddirect yang menjual berbagai macam makanan Indonesia yang diimpor khusus dari tanah air ikut meramaikan bazar.(*)
(ZG)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Komentar Pembaca
Baca Juga