Banyak negara yang olahraga nasionalnya maju karena didukung atlet-atlet militernya; seperti Australia, Korea Selatan dan Rusia....
Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, melepas kontingen TNI menuju Olimpide Militer Ke-5 di Rio de Jenairo, Brazil pada 16-24 Juli mendatang.

Upacara pelepasan kontingen TNI itu dilaksanakan dalam satu upacara militer di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat, yang juga dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng.

Suhartono mengatakan gelaran di Brasil itu diikuti 110 negara, 6.647 atlet dengan 22 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Kontingen TNI terdiri atas 69 atlet dan 14 pendukung yang dipimpin Brigadir Jenderal TNI Doni Monardo, yang adalah Wakil Komandan Komando Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI-AD.

"Dari jumlah cabang olah raga yang dipertandingkan, TNI akan mengikuti delapan cabang olahraga yakni layar, atletik, terjun payung, menembak, anggar, judo, tinju dan orienteering," kata Suhartono.

Dia menyatakan, secara umum pengiriman kontingen TNI tersebut didedikasikan sebagai sarana pembinaan keolahragaan TNI baik untuk tingkat nasional maupun internasional.

"Kesertaan TNI di situ memiliki dua tujuan utama. Membangun kualitas personel TNI dari dimensi fisik, mental, hingga emosional. Juga disasar internalisasi nilai-nilai dasar olahraga dalam semua aspeknya," ujarnya.

Tujuan kedua, tambah Agus, olimpiade militer itu dapat membantu meningkatkan prestasi olah raga nasional di tingkat internasional.

"Dalam hal ini Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) dapat menjadi lokomotif penggerak pembinaan prestasi olahraga TNI yang dapat pula dijadikan salah satu sumber atlet nasional berprestasi. Ini sesuai juga dengan program pembinaan olahraga prestasi pemerintah," katanya.

Hal serupa juga diutarakan Mallarangeng, karena dapat mendorong kemajuan olahraga nasional secara keseluruhan.

Melalui KOMI, dapat menjadi sumber bibit-bibit atlet nasional unggul atau berprestasi. "Banyak negara yang olahraga nasionalnya maju karena didukung atlet-atlet militernya; seperti Australia, Korea Selatan dan Rusia," katanya.
(ANT.R018)

Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2011