Rabu, 20 Agustus 2014

Toko Penjual Pakaian Seragam Sekolah "Diserbu" Pembeli

Minggu, 10 Juli 2011 15:49 WIB | 2.867 Views
Toko Penjual Pakaian Seragam Sekolah
Seorang anak ditemani ibunya tampak memilih topi sekolah di Tangerang, Banten, Rabu (29/6). Menjelang ajaran baru sejumlah peralatan sekolah mulai dari baju, celana tok topi dan perlatan sekolah lainnya mengalami peningkatan permintaan. (ANTARA/Lucky.R)
Bengkulu (ANTARA News) - Sejumlah toko penjual pakian seragam sekolah di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, menjelang sepekan masuk sekolah tahun ajaran baru 2011/2012 "diserbu" pembeli, sehingga omzet pedagang setempat meningkat dari hari biasanya.

Azwar (34), salah seorang pemilik tokoh pakaian seragam sekolah di Kota Bengkulu, Minggu, mengatakan seminggu menjelang masuknya tahun ajaran baru 2011/2011 pembelian pakian seragam oleh masyarakat meningkat dari biasanya.

Dalam sepekan ini rata-rata omzet penjualannya mencapai Rp35 juta per hari. Sebab, tokonya tidak hanya menjual pakaian seragam untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) saja, tapi juga menjual pakian seragam tingkat SMP dan SMA sederajat.

Dengan demikian, omzet pakaian seragam yang terjual setiap hari cukup banyak.

"Saya bersyukur menjelang masuk tahun ajaran baru 2011/2012 omzet penjualan saya meningkat tajam mencapai Rp35 juta/hari," ujarnya.

Ia memperkirakan omzet pakaian seragam sekolah akan terus meningkat sampai H-2 masuk sekolah tahun ajaran baru 2011-2012. Sebab, masyarakat yang membeli pakaian seragam bukan hanya dari warga Kota Bengkulu saja, tapi warga dari luar Bengkulu juga berlanja pakaian seragam di toko miliknya.

Karena itu, omzet penjualan sejak seminggu ini meningkat tajam dari biasanya hanya Rp10 juta menjadi Rp35 juta.

"Saya berharap omset ini akan terus meningkat sampai mendekati masuk tahun ajaran baru," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Caniago, pemilik toko pakian seragam sekolah Siaga.

Ia mengatakan, dalam sepekan ini omzet penjualan pakian seragam sekolah SD, SMP dan SMA di tokonya meningkat 50 persen dari sebelumnya.

"Dalam sepekan ini omzet penjualan pakaian seragam di toko saya mencapai Rp30 juta per hari atau meningkat 50 persen dari sebelumnya. Saya berharap omzet ini akan meningkat lagi karena tahun ajaran baru sudah semakin dekat," ujarnya.

Chaniago mengatakan, kebanyakan masyarakat yang berbelanja pakian seragam sekolah di tokonya berasal dari luar Kota Bengkulu, seperti Seluma, Tais, Sukaraja dan Bengkulu Tengah.

Sebab, di daerah itu tidak terdapat toko yang menjual pakaian seragam sekolah. Meskipun ada kualitasnya rendah, sehingga masyarakat di daerah ini membeli pakaian seragam sekolah ke Kota Bengkulu, termasuk ke tokonya.

Karena itu, sejumlah toko pakaian seragam di Kota Bengkulu sejak sepekan sampai sekarang "diserbu" masyarakat untuk membeli pakaian seragam anaknya menjelang masuk tahun ajaran baru 2011/2012.

Sebab, sudah menjadi tradisi setiap awal tahun ajaran baru pakian seragam sekolah anak-anak semuanya baru. Demikian pula sepatu dan tas sekolah juga baru, sehingga permintaan barang ini kepada pedagang meningkat tajam dari biasanya, katanya.
(ANT-212)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2011

Komentar Pembaca
Baca Juga