Jumat, 19 Desember 2014

Siswa di Padang Wajib Ikuti Pesantren Ramadhan

| 1.402 Views
id pesantren ramadhan
Padang (ANTARA News) - Seluruh siswa di Kota Padang, Sumatera Barat diwajidkan untuk mengikuti pesantern kilat Ramdhan selama bulan puasa.

"Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, seluruh siswa di Kota Padang diwajidbkan untuk mengikuti pesantren Ramadhan,"kata Walikota Padang, Fauzi Bahar, di Padang, Minggu.

Menurutnya, kegiatan pasentren Ramadhan ini merupakan agenda rutin setiap tahun yang diadakan serta diwajidkan untuk dikuti bagi para pelajar.

"Selama bulan Ramadhan sekolah diliburkan, untuk mengisi liburan, kita memberikan siraman rohani bagi pelajar dengan mengikiti pesanteran Ramadhan,"katanya.

Dia menambahkan, pesanteran ini memang diwajibkan bagi para pelajar untuk mengikuti, jika tidak akan mengurangi nilai mata pelajaran agama.

"Namun bagi pelajar beragama non muslim, juga dilakukan hal yang sama memberikan siraman rohani bagi peserta didik,"katanya.

Dia mengatakan, pesanteran kilat Ramadhan juga dapat mengurangi para pelajar yang terlibat aksi tawuran semakin marak terjadi akhir-akhir ini.

"Kita mengisi rohani pelajar ini untuk melakukan kegiatan positif sehingga mereka tidak lagi terlibat tawuran,"katanya.

Menurutnya, jika masih ada pelajar di Kota Padang ini terlibat tawuran selama mengikuti pesanteran Ramadhan kita akan memerikan sangsi tegas.

"Sangsi yang diberikan pada pelajar yang terlibat aksi tawuran yakni langsung diberhentikan dari sekolah yang bersangkutan," katanya.

Dia menambahkan, apabila permasalahan ini tidak tertanggulangi dengan baik maka dapat dipastikan akan membawa dampak buruk bagi masa depan bangsa nantinya.

"Betapa tidak, generasi yang menjadi tumpuan harapan untuk membawa bangsa kepada masa depan yang lebih baik, justru jauh dari harapan tersebut,"katanya.

Untuk itu, tambah Fauzi Bahar para kepala sekolah untuk terus mengawasi anak didik selama proses belajar dan mengajar di sekolah. "Untuk itu, setiap sekolah dilakukan razia rutin untuk mencegah aksi tawuran,"kata Fauzi Bahar.
(*)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar Pembaca
Baca Juga