Jumat, 31 Oktober 2014

Situs Kerajaan Majapahit di Kediri Dirusak

| 2.042 Views
id situs kerajaan majapahit, dirusak massa
Kediri (ANTARA News) - Situs yang diduga peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dirusak orang tidak bertanggung jawab hingga kondisinya berserakan.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kediri AKBP Heri Wahono, Minggu mengemukakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus perusakan tersebut.

"Kami masih nelakukan penyelidikan. Jika pelaku tertangkap dan terbukti bersalah, kami akan memprosesnya sesuai dengan perbuatannya," katanya mengungkapkan.

Situs yang sengaja dirusak itu sudah dilindungi pemerintah. Sebuah tembikar atau alat kerajinan kuno pecah dan bercampur dengan fragmen serta wadah-wadah baru diketahui berserakan. Pecahan mangkok dan batu yang juga peninggalan sejarah di lokasi ikut ditemukan sudah dalam keadaan hancur.

Selain itu pagar pelindung juga sengaja dicabut oleh orang yang diduga melakukan perbuatan itu dan membuangnya ke sungai, yang lokasinya tidak jauh dari situs. Hingga kini, belum diketahui pelaku perusakan tersebut.

Polisi juga menemukan kesulitan, mengingat lokasi situs itu terletak di areal persawahan yang jauh dari tempat tinggal warga.

Situs ini ditemukan warga di lahan milik Imam dan Apas yang luas lahannya sekitar 120 rhu. Di tempat ini, terdapat tiga arca. Dua arca menyerupai sesosok naga dan satunya lagi menyerupai dewa Wisnu. Selain itu juga ada tempat yang menyerupai taman kaputren dan terdapat sebuah pancuran air.

BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Mojokerto, Jawa Timur, menyatakan jika benda-benda tersebut adalah jenis batu peninggalan Kerajaan Majapahit. Tumpukan batu bata di lokasi situs tersebut diperkirakan sebuah gapura (gerbang, red). Situs itu ditetapkan sebagai benda cagar budaya dan dilindungi pemerintah. Tetapi, oleh orang tidak bertanggung jawab, benda-benda di situs itu dirusak.

Kepala BP3 Trowulan Aris Soviyani yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyelidiki kerusakan tersebut, guna menentukan kategorinya.

Pihaknya belum bisa memutuskan, perusakan itu termasuk tindak pidana perusakan situs ataukah pidana umum. Untuk pelaku perusakan, pihaknya menyerahkan pada polisi untuk mengusutnya.

"Kami masih lakukan penelitian, apakah perusakan itu termasuk tindak pidana perusakan situs atau hanya pidana umum," kata Aris.(*)

(ANT-073/M026)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar Pembaca
Baca Juga