Jakarta (ANTARA News) - Pelatih tim nasional Indonesia Wim Rijsbergen mengakui jika para pemainnya mengalami penurunan stamina terutama di akhir babak kedua sehingga nyaris terkejar oleh lawan.

"Stamina pemain menurun. Dengan kondisi itu konsentrasi cepat hilang dan dua gol terakhir lawan tercipta," katanya usai pertandingan melawan Turkmenistan di Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis dengan skor akhir 4-3.

Pada babak pertama formasi yang diterapkan oleh pelatih asal Belanda itu adalah 4-2-3-1 dengan menempatkan Christian Gonzales di posisi terdepan. Formasi itu cukup tepat bahkan pada babak pertama mampu unggul 3-0.

Gol tuan rumah dicetak oleh Christian Gonzales menit delapan dan 18 dan M. Nasuha pada menit 43.

Petaka bagi tuan rumah terjadi pada menit 70 setelah M. Nasuha melakukan bunuh diri. Kondisi itu membuat lawan lebih bersemangat. Hanya saja pada menit 75 M. Ridwan membawa timnas unggul 4-1.

Unggul jauh, Wim Rijsbergen menarik Firman Utina dan M. Ilham. Kedua pemain ini digantikan oleh Tony Sucipto dan Oktovianus Maniani. Dengan demikian formasi berubah menjadi 4-4-2.

Kondisi itu dimanfaatkan oleh lawan. Dalam waktu enam menit, Turkmenistan mampu menjebol gawang Ferry Rotinsulu lewat kaki Berdy Shamuradov menit 83 dan Sarkisov David menit 86.

"Sebetulnya kami akan bermain di tengah, tapi pemain lawan sering melakukan long passing dan tercipta dua gol," kata Wim menambahkan.

Dengan kondisi itu, kata dia, pemain Indonesia harus secepatnya memperbaiki kondisi fisik agar pada pertandingan putaran ketiga lebih baik dari saat ini.

Sementara itu Christian Gonzales mengaku bangga dengan hasil yang diraih oleh timnas meski diakhir pertandingan stamina pemain mengalami penurunan.

"Alhamdulillah," kata pemain yang mencetak dua gol pada pertandingan kedua melawan Turkmenistan itu.

Menurut dia, salah satu faktor yang menyebabkan perolehan gol tuan rumah hampir terkejar oleh lawan karena pemain terlalu percaya diri sehingga membuat konsentrasi menurun. (*)
(T.B016/I015)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011