Pasuruan (ANTARA News) - Gerbong Kereta Api Tawang Alun jurusan Malang-Banyuwangi yang anjlok di Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, berhasil diangkat sekitar pukul 22.55 WIB dan kereta itu bisa melanjutkan perjalanannya.

Madkur, salah seorang staf Stasiun Kereta Api Bangil, yang memimpin langsung pengangkatan gerbong mengatakan, hanya roda depan gerbong pertama kereta Tawang Alun yang anjlok dari rel dan bisa diatasi degngan dongkrak sehingga kereta bisa melanjutkan perjalanan.

Rangkaian kereta juga bisa langsung melanjutkan perjalanan setelah lokomotif pengganti dari Stasiun Probolinggo datang. Rangkaian gerbong berikut para penumpangnya yang masih tetap menunggu langsung melanjutkan perjalanannya, kata dia.

Rangkaian kereta api Tawang Alun melanjutkan perjalanan dengan menggunakan lokomotif pengganti, sedangkan lokomotif yang rusak ditinggal di Probolinggo, dan rencananya akan dikirim ke Surabaya untuk perbaikan.

Madkur menjelaskan, selama proses evakuasi rangkaian kereta api Tawang Alun berlangsung, hanya mengganggu satu jadwal perjalanan, yakni kereta api Mutiara Timur. Kereta tersebut terpaksa harus menunggu proses evakuasi di Stasiun Bangil.

Kereta Api Tawang Alun jurusan Malang-Banyuwangi anjlok setelah menabrak truk bermuatan kayu gelondongan di perlintasan Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu malam.

Menurut Madkur, rangkaian kereta api Tawang Alun yang ditarik lokomotif CC 201 60 dengan masinis Sujatmiko (55) anjlok setelah menabrak truk I 8206 UH bermuatan kayu gelondongan yang melintasi persimpangan di Desa Gerongan, Kecamatan Kraton.

(KR-MSW/A026)