Kairo (ANTARA News) - Komando Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) telah menginformasikan kepada Kontingen Garuda Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk bersiaga penuh guna menghadapi bahaya ancaman perang di Perbatasan Lebanon-Israel.

"Komandan tertinggi UNIFIL telah menyatakan bahwa status keamanan di wilayah operasi di Lebabon yang selama ini kuning dinaikkan menjadi merah," kata Bintara Penerangan Satgas Indo FPC, Nur Kholis, yang dihubungi ANTARA dari Kairo, Ahad dini hari.

Menidaklanjuti informasi tersebut, Komandan Satgas Indo FPC Mayor Inf Henri Mahyudi melalui Pasipam Ops Kapten Inf Eka Wira Darmawan menginstruksikan agar segera mengambil langkah yang harus ditempuh guna menyikapi kondisi ini, katanya.

Pasipam Ops segera beraksi membunyikan sirine sebagai alarm stelling, yakni tanda bahaya dibarengi penyampaian instrusi melalui pengeras suara, ujar Nur Kholis.

Dijelaskan, bunyi alarm tersebut segera ditanggapi oleh seluruh anggota satgas baik yang sedang berdinas aktif maupun sedang beristirahat dan segera di titik kumpul yang telah ditentukan, lengkap dengan senjata plus perlengkapan pribadi seperlunya sesuai standart operating procedure (SOP).

Menurut Nur Kholis, konflik berkepanjangan antara Lebanon dan Israel nampaknya semakin sulit dikendalikan akhir-akhir ini pasca bentrokan bersenjata kedua pihak beberapa waktu lalu di sepanjang perbatasan, katanya.

Suasana mencekam itu terjadi pada hari Sabtu (20/8), yang mana situasi tersebut merupakan skenario persiapan yang dilaksanakan secara terpadu dalam formasi kompi.

Dasar dilaksanakannya kegiatan ini adalah rencana latihan yang disusun oleh staf operasi Satgas Indo FPC tentang pelaksanaan kontigensi planning yang bertujuan agar Satgas Indo FPC memiliki kesiapsiagaan yang tinggi dan selalu siap digerakkan sewaktu-waktu dalam situasi dan kondisi darurat.

Setelah semua personel memasuki kedudukan yakni di defence position (DP), kendaraan tempur dan senjata bantuan masuk ke posisi stelling masing-masing, serta jaring komunikasi harus sudah tergelar.

Dansatgas didampingi Pasipam Ops melakukan pengecekan terhadap seluruh jajaran tentang situasi kondisi terakhir tiap-tiap defence position dan selanjutnya hasil pengecekan tersebut dilaporkan kepada Pasukan Gabungan UNIFIL.

Pasipam Ops Kapten Inf Eka Wira Darmawan menjelaskan, persiapan ini dimulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap pelaksanaan sehingga mencapai kesiapsiagaan yang maksimal.

Eka Wira mengemukakan, perubahan status alert terjadi dari kuning ke merah itu menunjukkan peningkatan penjagaan dua kali lipat, antara lain di observation post (OP) dan main gate (pintu utama).

Kemudian status alert berubah menjadi hitam, yakni seluruh personel masuk defence position (DP) dan menempatkan kendaraan berat pada DP yang terdapat di Naqoura Green Hills sebagai Area of Responsibility Satgas Indo FPC, katanya.

(M043/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011