Bandung (ANTARA News) - Warga Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, panik gempa mengguncang daerah itu sekitar pukul 15.59 WIB, Senin.

Sejumlah warga di Bandung Selatan itu berlarian keluar rumah, bahkan beberapa diantaranya syok.

"Warga berlarian keluar rumah, panik dan syok. Maklum warga di sini masih syok oleh kejadian gempa besar yang memporakporandakan pemukiman di sini pada 2009 lalu," kata Ade Sukirman, warga Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Menurut Sukirman, guncangan gempa di kawasan itu dirasakan sekitar 10 detik. Warga cukup lama berada di luar rumah karena masih trauma dengan gempa bumi besar pada 9 September 2009.

Trauma warga sangat beralasan, karena gempa bumi berkekuatan 7,6 SR waktu itu mengakibatkan ribuan rumah di Kabupaten Bandung rusak berat dan belasan penduduk Pangalengan meninggal dunia.

"Kami benar-benar masih trauma, terlebih gempa pada sore ini dirasakan cukup besar. Alhamdulillah tidak ada kerusakan," kata Sukirman.

Sementara itu,  petugas BMKG Bandung menyebutkan selain di Pangalengan gempa bumi juga dirasakan di Pangandaran dan Ciamis Jabar.

Gempa bumi terjadi sekitar pukul 15.59 WIB dengan kekuatan 4,9 Skala Richter. Pusat gempa 42 kilometer barat daya di laut Tasikmalaya dengan kedalaman 10 kilometer," kata Arief, petugas observasi gempa BMKG Bandung.(*)

KR-ASJ*S033/Y008

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2011