Kairo (ANTARA News) - Di dalam siaran rekaman audio melalui saluran TV Suriah, Saif al-Islam, putra kedua pemimpin Libya Muamar Gaddafi, Rabu (31/8), mendesak pasukan yang setia kepada Gaddafi agar melanjutkan perlawanan terhadap gerilyawan.

Dalam rekaman yang disiarkan stasiun televisi Al-Rai tersebut, yang berpusat di Damaskus, Saif mengatakan ia berada di pinggiran kota Tripoli dan perlawanan akan berlanjut.

Saif juga berikrar akan segera "membebaskan" Lapangan Hijau di Tripoli, ibu kota Libya, dari kekuasaan gerilyawan, demikian laporan Xinhua.

Ia menyatakan ada lebih dari 2.000 pemuda bersenjata di Sirte, kota kelahiran Gaddafi, dan salah satu kota kecil yang masih berada di dalam kekuasaan pasukan pemimpin Libya yang dirundung perlawanan itu.

Saif menambahkan ayahnya berada dalam kondisi baik, tapi ia tak mengatakan tempat Gaddafi berada.

Namun, putra lainnya dari Gaddafi, Saadi pada hari Rabu, mengatakan telah berbicara dengan seorang anggota Dewan Peralihan Nasional Libya (NTC) di Tripoli melalui telefon guna mengakhiri pertumpahan darah di Libya, demikian laporan TV al-Arabiya.

Saadi mengatakan ia diberi wewenang oleh ayahnya untuk menghubungi pemberontak, dan pemerintah Gaddafi "mengakui" NTC mewakili "satu partai yang sah".

Istri Gaddafi, Safia, putrinya --Aisha, dua putranya --Hannibal dan Mohammed, yang disertai anak-anak mereka, memasuki Aljazair pukul 08:45 waktu setempat (14:45 WIB) melalui perbatasan Libya-Aljazair, kata Kementerian Luar Negeri Aljazair di dalam satu pernyataan, Senin (29/8).
(C003)

Penerjemah: Aditia Maruli Radja
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011