London (ANTARA News) - Dirjen Jasa Farmasi dan Peralatan Medis, Kementerian Kesehatan RI, Sri Indrawaty mengundang investor dari Jerman untuk masuk ke sektor kesehatan guna mendukung pembangunan sektor kesehatan.

Saat ini dan investasi asing merupakan salah satu penunjang penting dalam upaya membangun industri kesehatan nasional yang berkompeten, kata Sri Indrawaty dalam Indonesian Business Day yang diselenggarakan di Haus der Commerzbank Berlin, demikian Counsellor, Fungsi Pensosbud KBRI Berlin, Ayodhia GL Kalake kepada ANTARA London, Minggu.

Pada sesi dengan topik Health Industry Potentials yang dimoderatori Dr. Andi Mahyudin ini, tampil pula pihak swasta Jerman yang diwakili Olympus Surgical Tech, menjelaskan produk peralatan medis yang mereka hasilkan.

Lebih lanjut Sri Indrawaty menjelaskan Indonesia berupaya untuk terus meningkatkan pembangunan di sektor kesehatan dengan meningkatkan kualitas infrastruktur dan membuat peraturan perundangan sehingga industri kesehatan akan terus bertumbuh dan sangat menjanjikan bagi investasi asing.

Potensi pasar di Indonesia adalah 243,7 juta jiwa dengan pengeluaran per kapita untuk sektor kesehatan sebesar 92 dolar AS per tahun (estimasi 2011). Sementara itu, Indonesia mengimpor peralatan medis sebesar 748 juta dollar AS per tahun dan memiliki potensi impor peralatan medis sebesar 1,7 miliar dollar AS.

Indonesia memiliki lebih dari 222 produsen peralatan medis yang sebesar 90 persen merupakan UMKM. Hal ini terungkap dari penjelasan Titah Sihdjati, wakil dari Gabungan Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (GAKESLAB) . Untuk dapat memanfaatkan potensi industri kesehatan Indonesia, perlu ditingkatkan kerja sama di tingkatan G to G dan B to B.

Sebelumnya, dalam keynote address-nya Penasehat Senior Menteri Kesehatan RI, Dr. Triono Soendoro menjelaskan sistem kesehatan Indonesia yang menghadapi berbagai tantangan seperti diantaranya kondisi geografi yang begitu luas selain juga letak geografi Indonesia yang berada di wilayah ring of fire yang rentan akan bencana alam.

Dr. Triono juga menjelaskan mengenai reformasi pembangunan di sekotr kesehatan Indonesia yang diantaranya meliputi reformasi birokrasi di bidang kesehatan, serta perluasan akses terhadap jasa pelayanan kesehatan guna menjangkau penduduk di wilayah yang terpencil.

Dikatakan Indonesia kini menikmati kemajuan dalam sektor kesehatan sebagai hasil dari kebijakan yang diambil oleh Pemerintah pada tahun 1970-an, diantaranya life expectancy di Indonesia meningkat dari 60 tahun pada 1989 menjadi 70 tahun pada 2009, jumlah penduduk yang kekurangan gizi turun 7,2 persen di tahun 1989 menjadi 4,9 persen di tahun 2010 sehingga diharapkan dapat mencapai target yang ditetapkan Pemerintah pada tahun 2014 menjadi 3,5 persen.

Salah satu inovasi terbaru yang dihasilkan Olympus adalah Narrow Bend Image (NBI) yang menghasilkan gambar yang lebih akurat terhadap organ-organ dalam tubuh dibandingkan alat konvensional lainnya.

Betina Boesl, perwakilan Olympus juga menjelaskan bahwa mereka memiliki pusat pelatihan yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan terbaik bagi program pelatihan untuk para dokter serta tenaga medis lainnya terkait, yang salah satunya terletak di RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Director Berliner Zentrum fur Mechatronische Medizin Technik, Prof. Dr. Erwin Keeve menyampaikan bahwa 90 persen dari produsen obat di Jerman merupakan small and medium enterprises yang mempekerjakan pegawai kurang dari 200 personel. Hal ini kiranya dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk dapat mengikat kerja sama, produk alat kesehatan di Indonesia juga dihasilkan oleh perusahan berskala kecil dan menengah.

(T.H-ZG/S006)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011