Bandung (ANTARA News) - Sebagian besar stasiun radio siaran di Kota Bandung mengupas kiprah musisi Sunda Darso (66) yang meninggal dunia di RSUD Soreang Kabupaten Bandung, Senin.

Pelantun lagu "Kabogoh Jauh" tersebut menghembuskan nafas terakhir pukul 15.00 WIB di RSUD Soreang.

Kepergian Darso langsung menyebar dan menjadi topik bahasan di sejumlah radio siaran di Kota Bandung, Termasuk Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung, radio pertama yang mengorbitkan seniman calung kebangjaan Jawa Barat itu.

Darso dikenal dengan rambut ikal dan ikat kepala batik. Cuplikan pernyataannya terhadap dunia seni terutama calung juga diungkap kembali. Selain itu sejumlah ucapan bela sungkawa dari masyarakat yang disiarkan langsung melalui radio di Kota Bandung terus mengalir.

Radio Bobotoh FM Bandung, terus mengupas kiprah Darso di sela-sela berita Persib Bandung. Bahkan sejak pukul 16.00 WIB, radio tersebut terus memutar lagu-lagu Darso.

Darso salah satu seniman penerima penghargaan Live Achievement Award sekaligus inspirasi bagi seni musik di tanah air.

Pria yang suka mengenakan pakaian bercorak mencolok saat naik panggung itu bersinar sejak memimpin Grup Calung Modern Hendarso Group pada tahun 1970-an yang kemudian menginspirasinya untuk membawa calung ke mancanegara.

Ia juga mendorong lahirnya generasi baru calung seperti Asep Darso, Yayan Jatnika, Oon B serta lainnya. Bahkan Universitas Padjadjaran Kota Bandung memberi julukan Darso Sang Penomenon dengan membuatkan panggung khusus bagi pagelaran Darso pada November 2010 .
(S033)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011