Istanbul (ANTARA News) - Sebanyak 126 orang ditahan oleh polisi di kota terbesar Turki Istanbul pada Minggu setelah menolak untuk mengabaikan protes pro-Kurdi.

Sebelumnya, sekelompok sekitar 100 suku Kurdi dari Turki memprotes pemogokan yang berlangsung di negara itu terhadap Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang dilarang, di tengah kehadiran polisi yang sangat kuat.

Tindakan polisi itu tidak memungkinkan kelompok untuk melakukan protes di Lapangan Taksim di pusat Istanbul dan mereka dipaksa masuk ke jalan berdekatan dengan lapangan tersebut.

Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang kemudian berkumpul di depan kantor Perdamaian dan kantor Partai Demokrasi (BDP) pro-Kurdi di Istanbul setelah mereka bersikeras melanjutkan protes mereka di Lapangan Taksim.

Wakil Kepala polisi Istanbul, Mehmet Altinok, mengatakan 126 orang telah ditahan selama protes dan bahwa bom molotov dan senjata lainnya juga disita.

Terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa, PKK mengangkat senjata pada 1984 untuk membentuk satu tanah air untuk etnik di Turki tenggara.

Lebih dari 40.000 orang telah tewas dalam konflik yang melibatkan PKK selama lebih dari dua dekade.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011