Jakarta (ANTARA News) - Empat penyelenggara konser asal india yang berencana menggelar konser grup rock AS Metallica ditahan pihak yang berwajib setelah acara konser itu dibatalkan karena adanya insiden para penggemar yang merusak panggung.

Seperti dikutip dari BBC, band itu akan tampil di New Delhi pada Jumat. Mereka mengatakan konser itu ditunda setelah sebuah penghalang keamanan yang berada di depan panggung itu rubuh.

Puluhan dari para penggemar yang marah kemudian menyerbu panggung dan merusak peralatan yang ada.

Polisi mengatakan pada hari minggu bahwa empat eksekutif dari DNA entertainment Networkditahan atas tuduhan penipuan.

Alok Mittal, komisioner gabungan polisi Gurgaon, wilayah di dekat New Delhi mengatakan sejumlah publik telah melayangkan komplain setelah DNA Entertainment Network menolak untuk mengganti uang tiket.

Pihak DNA melansir rincian mengenai bagaimana caranya untuk mendapatkan uang penggantian di lamannya.

Laporan memperkirakan bahwa sekitar 25 ribu orang menunggu untuk menyaksikan penampilan band itu ketika konsernya dibatalkan.

Surat kabar The Times of india mengatakan para penggemar kemudian merusak sound system dan melemparkan botol ke arah layar LED. Penyelenggara mencoba untuk menjadwalkan ulang konser itu di keesokan harinya tetapi tak bisa memperoleh izin pada saat itu.

Band itu pun mengeluarkan pernyataan, "Diberitahukan bahwa ada sebuah pertanyaan serius apakah acara itu akan dilanjutkan terkait masalah keamanan dari penonton konser itu,"

"Kepedulian pertama dan prioritas kami adalah selalu keamanan bagi anda sekalian, para penggemar," kata mereka.

"Ini pertama kali kita bekerja bersama DNA yaitu promotor acara ini, yang menentukan bahwa ada kekeliruan dari barikade keamanan di depan panggung yang tak bisa diperbaiki. Promotor itu secara cepat mengumumkan penundaan itu hingga Sabtu."

Konser itu akan menjadi konser Metallica pertama di India. Waktu konser berdekatan dengan perhelatan Formula One Grand Prix India. Dan kelompok itu dijadwalkan akan bermain di Banglore pada hari Minggu.(yud)

Pewarta: Yudha Pratama Jaya
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011