130 jurnalis AS liput KTT ASEAN
Minggu, 13 November 2011 12:07 WIB | 822 Views
Berbagai fasilitas telah tersedia untuk mendukung kerja media dalam meliput KTT ASEAN di Bali. (ANTARA/M Risyal Hidayat)
Kami jawab, tidak. Semua mendapatkan akses dan perlakuan sama, termasuk media massa Amerika"
Berita Terkait
Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto mengungkapkan, sekitar 130 jurnalis Amerika Serikat telah mendaftar meliput KTT ASEAN dan acara-acara terkait dengan itu lainnya.
Tapi bukan Amerika Serikat jika tak bisa menoleransi satu pun kesalahan yang membuat kerja media mereka dalm menyampaikan pesan presidennya kepada dunia terganggu. Mereka juga ingin memastikan pemimpinnya aman berada di satu tempat.
Untuk memastikan kelancaran kerja media ini, sebuah tim pendahulu telah menemui Tim Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jumat pekan lalu (11/11), untuk menanyakan apakah panitia bisa memastikan pesan-pesan pemimpin AS sampai dengan baik kepada dunia.
"Pertanyaan-pertanyaan mereka detil sekali," kata Gatot S. Dewa Broto kepada ANTARA di Media Centre KTT ASEAN, Nusa Dua, Bali, Minggu.
Gatot menyebutkan, tim pendahulu AS ini menanyakan soal-soal teknis yang rinci seperti akses satelit untuk kelancaran siaran dan kapasitas "bandwidth" untuk transmisi konten berita.
"Mereka juga menanyakan apa kami menentukan apa yang boleh dan tidak untuk media. Kami jawab, tidak. Semua mendapatkan akses dan perlakuan sama, termasuk media massa Amerika," papar Gatot.
Gatot mengaku memahami pertanyaan bernada menguji kesiapan Indonesia dalam menggelar perhelatan internasional dari tim pendahulu AS itu, namun dia memastikan permintaan-permintaan itu tak boleh merongrong kerja panitia Indonesia.
Tim pendahulu yang datang di pekan sama dengan datangnya pesawat pengangkut logistik kebutuhan Presiden Barack Obama ini dipimpin oleh Atase Pers Kedubes AS di Jakarta dan pejabat teras Gedung Putih, demikian Gatot. (*)
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com