"Gereja Ayam" Menteng, simbol Lutheran warisan Belanda
Senin, 26 Desember 2011 21:42 WIB | 1454 Views
Yudha Pratama
... Gereja ini merupakan salah satu dari 53 gereja yang diserahkan Belanda ke pemerintah RI saat itu...
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - GPIB Paulus DKI Jakarta atau yang dikenal dengan
sebutan Gereja Ayam di Jalan Taman Sunda Kelapa Nomor 12, Jakarta Pusat, merupakan benda cagar budaya peninggalan Belanda yang
tetap di jaga kelestariannya.
Ciri khas dari gereja ini jika dilihat sepintas bangunannya memiliki
banyak pilar dan pada bagian ujung menaranya terpasang jam dan patung
ayam. Bangunannya didominasi oleh cat berwarna putih dengan atap atau menara
berbentuk piramida memanjang khas peninggalan kolonial Belanda.
Bertempat di lokasi strategis Jantung ibukota, gereja ayam ini tepat
berada di seberang Masjid Sunda Kelapa dan juga berhadapan langsung
dengan kediaman duta besar Amerika Serikat, gedung Bappenas dan Taman Surapati yang kerap menjadi tempat favorit warga Jakarta untuk
berkumpul.
"Gereja ini merupakan salah satu dari 53 gereja yang diserahkan Belanda
ke pemerintah RI saat itu," kata John L Puisan, Ketua Lima PHMJ Pelaksana Harian
Majelis Jemaat, kepada ANTARANews, di sela-sela pelaksanaan ibadah
Natal 2011 di gereja itu.
Puisan mengungkapkan bahwasannya patung ayam di puncak atap gereja itu merupakan simbolpengakuan Rasul
Petrus. Itulah yang direpresentasikan dengan sosok ayam dan memberikan hari
baru serta penghapusan dosa, selain itu simbol Ayam itu juga merupakan
ciri dari gereja Lutheran.
Yang unik dari gereja ayam adalah keberadaan organ pipa yang besar dan
masih aktif peninggalan Belanda.
"Gereja kami ini adalah satelit bagi
orang-orang Belanda dari Gereja Immanuel, dan juga karena dulu di Menteng banyak orang Belanda. Organ pipa cuma ada dua yang masih
aktif, yaitu di Gereja Immanuel dan di sini." ungkapnya
"Gereja Ini sama dengan katedral statusnya yaitu benda cagar budaya." ujarnya.
Gereja yang telah berusia 75 tahun itu berdiri pada 6 Juni 1936 dan
dibangun pada lahan seluas 2.000 meter persegi.Di Jakarta ada empat gereja
dengan simbol ayam yang paling besar, yaitu Gereja Sion, Gereja Koinonia, Gereja Paulus,
dan Gereja Immanuel yang semuanya merupakan benda cagar budaya.
"Di Gambir masih ada gereja yang berbahasa Belanda." ungkapnya
Selain untuk tempat ibadat, gereja itu juga sering dikunjungi oleh
wisatawan mancanegara, baik yang melakukan doa ataupun hanya sekedar
berkunjung melihat-lihat dan mengangumi bangunan itu.
Diungkapkan Puisan, GPIB Paulus juga merepresentasikan kerukunan dan harmonisasi antar umat
beragama seperti pada perayaan Natal seperti ini banyak pula umat
agama lain yang membantu kelancaran dan pengamanan Natal itu sendiri.
"Kaum wanita gereja kami sering bekerja sama bakti sosial dengan kaum wanita dari Masjid Sunda Kelapa." katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya bersyukur hal itu memberikan pesan
kebersamaan dan bukti bahwa kita bangsa Indonesia saling mendukung.
Selain itu, jika hari perayaan umat Islam tiba seperti Idul Fitri tiba,
pihakGereja Ayam juga kerap memberikan lahannya untuk dijadikan lahan
parkir dan begitu juga sebaliknya.
Pada perayaan Natal 2011 ini gereja ayam dihadiri jemaatnya hingga
mencapai 1.000 orang, dan untuk tema Natal kali ini mengangkat tema
Manusia baru yang terus menerus diperbaharui.
"Karena kami sinode atau sidang jemaat, dengan Natal kami memperingati bayi Yesus dan terus menerus diperingati," katanya.
Yang unik adalah program pelayanan yang dilakukan GPIB Paulus ke rumah
tahanan yang ada di Jakarta.
"Kami punya program di LP Cipinang dan mereka
ibadah cukup kerap. Sementara di Pondok
Bambu tadinya tidak ada pelayanan tapi kini kami beribadah dua kali
sebulan." ungkapnya. (ANT)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2011
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com