London (ANTARA News) - Kapten Arsenal, Robin van Persie, membawa timnya ke posisi empat besar Liga Utama Inggris, dengan tembakan menentukan, saat The Gunners menang 1-0 atas Queens Park Rangers di Stadion Emirates, pada Sabtu.

Meskipun Van Persie gagal memecahkan rekor jumlah gol Liga Utama Inggris dalam setahun, penyerang internasional Belanda ini - yang membutuhkan dua gol untuk menyamai catatan 36 gol dalam setahun yang dibukukan Alan Shearer pada 1995 - masih mampu membawa Arsenal melewati Chelsea ke posisi keempat, dengan penyelesaian yang bagus di babak kedua.

Dengan disaksikan Thierry Henry dari tribun penonton, pasukan Arsene Wenger kembali mengandalkan pencetak gol tersubur mereka untuk unggul dua poin atas tim peringkat kelima, Chelsea.

Van Persie tidak mencetak gol pada pertandingan terakhirnya, ketika Arsenal bermain imbang 1-1 melawan Wolverhampton Wanderers, tetapi kali ini ia memiliki Theo Walcott yang baru sembuh dari penyakit untuk menyuplainya umpan-umpan bagus.

Kiper utama QPR, Neil Warnock, gagal bermain setelah dibekap cedera saat menjalani latihan, tetapi mereka masih mampu membuat tuan rumah frustasi pada awal pertandingan, dan nyaris mencuri keunggulan terlebih dahulu.

Mantan penyerang Arsenal, Jay Bothroyd, mendapatkan peluang pertama di pertandingan ini, ia memaksa Wojciech Szczesny melakukan penyelamatan, setelah ia mencapat ruang tembak yang cukup di pinggir kotak penalti.

Szczesny kembali harus melakukan penyelamatan pada menit kesepuluh, ketika Adel Taarabt mengirim umpan terobosan pada Shaun Wright-Phillips, yang mengakhirinya dengan tembakan, tetapi bola masih mampu diblok kiper Arsenal.

Pada setengah periode babak pertama, Arsenal baru mulai menciptakan peluang, dan peluang tersebut pun jatuh pada van Persie.

Peluang pertamanya datang ketika Aaron Ramsey melepaskan umpan silang ke tiang jauh, di mana van Persie sedang tidak dikawal, tetapi posisinya tidak seimbang, sehingga tembakannya melebar.

Kemudian Johan Djourou yang berlari dari posisi kanan belakang, mengirim umpan pada van Persie. Meski mampu melewati Luke Young, namun tembakan Van Persie masih melambung di atas mistar gawang.

Van Persie khawatir dirinya kembali melewatkan peluang selanjutnya, setelah ia melewati penjagaan Matthew Conolly untuk menyambut umpan panjang Thomas Vermaelen, dan bola kembali melayang terlalu tinggi.

Tuan rumah merasa van Persie seharusnya mendapat hadiah penalti, tetapi wasit Martin Atkinson memutuskan untuk meneruskan permainan, ketika Young memblok tembakan Laurent Koscielny dengan tangannya.

Sebelum istirahat Joey Barton berjasa mengamankan gawang QPR ketika ia memblok umpan silang Mikel Arteta. Barton juga berhasil membuang bola sepakan voli Ramsey, ketika bola terlihat sudah melintasi garis gawang.

Ramsey melepaskan tembakan ke sisi luar gawang setelah pertandingan dimulai kembali, dan rasa frustasi tuan rumah berkembang saat mereka terpaksa harus melakukan pergantian pemain.

Vermaelen keluar saat babak kedua belum berlangsung sepuluh menit, dan kemudian digantikan oleh Francis Coquelin.

Walcott memiliki peluang bersih Arsenal berikutnya, ketika Ramsey mengirim umpan terobosan padanya. Pemain sayap Inggris ini berhasil mengecoh kiper Radek Cerny, tetapi tembakannya masih melebar ke sisi kiri gawang QPR.

Kebuntuan akhirnya terpecah pada menit ke-60, ketika van Persie membukukan satu-satunya gol.

Kesalahan Wright-Phillip membuat bola dapat dikuasai Andrei Arshavin, dan pemain Rusia tersebut mengirim bola melewati lini pertahanan QPR, dan diakhiri tembakan van Persie ke sudut kiri bawah gawang Cerny.

QPR merespon melalui Taarabt, yang kemudian dilanggar oleh Coquelin, namun wasit tidak memberikan hadiah penalti pada tim tamu.

Gervinho gagal memaksimalkan peluang terbaik untuk memperbesar keunggulan, ketika tembakan jarak dekatnya menyambut umpan silang van Persie, masih melebar, demikian AFP melaporkan.

(SYS/H-RF/I015)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2012