Semarang (ANTARA News) - Universitas Negeri Semarang menggelar Olimpiade Sosiologi SMA/MA se-Jawa untuk meningkatkan minat dan ketertarikan siswa terhadap pelajaran itu, sehingga tak kalah dengan pelajaran-pelajaran eksakta.

"Pelajaran sosiologi itu penting untuk memecahkan berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat," kata Ketua Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (Unnes) MS. Mustofa, usai membuka olimpiade itu di Semarang, Sabtu.

Menurut dia, olimpiade sosiologi itu dilakukan dengan memberikan peserta contoh berbagai permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, kemudian memberikan pandangan dan penyelesaian atas persoalan sosial itu.

Ia menjelaskan, berbagai contoh persoalan sosial disodorkan kepada peserta olimpiade, seperti konflik sosial yang terjadi di berbagai daerah, sampai imigran gelap yang meninggal karena kapal yang ditumpangi karam.

"Berbagai persoalan sosial kami angkat, baik skala lokal, nasional, dan global. Kami ingin tahu sejauh mana pengetahuan mereka tentang persoalan-persoalan itu, bagaimana kepekaan mereka, dan solusi yang ditawarkan," katanya.

Tentunya, kata dia, persoalan sosial yang diangkat dalam olimpiade itu merupakan masalah yang cukup menonjol dan penting, sebab selama ini banyak siswa yang terlalu sibuk mengurusi dirinya sendiri.

"`Saking` sibuknya mengurusi persoalan dirinya sendiri, para siswa sekarang sampai melupakan persoalan-persoalan yang terjadi di sekitarnya, apalagi persoalan masyarakat dalam arti luas, masyarakat dunia," katanya.

Padahal, kata Mustofa, banyak persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, seperti tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mendapat perlakuan buruk di negara penempatan yang harus segera dicari pemecahannya agar tidak terulang.

Ketua Panitia Olimpiade Sosiologi SMA/MA se-Jawa Rini Iswari menjelaskan, berbagai persoalan aktual diangkat dalam olimpiade itu, termasuk wacana mobil rakitan anak-anak SMK menjadi mobil nasional.

"Kami berikan soal pada peserta dengan materi berbagai permasalahan sosial dan mereka harus memberikan tanggapan sampai pemecahan. Setidaknya, ini bisa memunculkan kepekaan sosial siswa atas berbagai masalah bangsa," katanya.

Ia menyebutkan, olimpiade itu diikuti sebanyak 236 siswa dari 76 SMA/MA dari berbagai wilayah di Pulau Jawa, mulai Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur.

Melalui olimpiade sosiologi itu, Rini berharap bisa turut meningkatkan minat siswa untuk menekuni bidang studi sosiologi, dan menciptakan iklim akademik yang kompetitif, cerdas, sehat, dan berprestasi.
(U.KR-ZLS/Z002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012