Komisi III DPR ke Aceh
Selasa, 10 Januari 2012 17:10 WIB | 1409 Views
Jakarta
(ANTARA News) - Komisi III DPR akan melakukan kunjungan kerja ke
Provinsi Aceh guna meminta dan mencari informasi tentang kondisi Aceh
yang akhir-akhir ini terjadi penembakan terhadap warga. Secara ringkas, mereka akan menelusuri kenyataan yang ada walau sumber-sumber yang dipakai adalah sumber resmi pemerintahan saja.
"Kita lihat kondisi Aceh hari ini. Ada apa sebenarnya, kok terus terjadi
penembakan, siapa penembaknya, apa motif dan apakah ada kaitannya
pemilihan gubernur yang sebentar lagi akan digelar di Aceh," kata anggota Komisi III DPR, Bachruddin, di Jakarta, Selasa.
Kunjungan kerja Komisi III DPR RI selama dua hari itu, yang dimulai
besok (Rabu, 11/1) itu juga telah mengangendakan beberapa pertemuan
dengan pihak-pihak terkait.
"Kami akan minta penjelasan dan mencari info kepada Gubernur Provinsi
Aceh, Kapolda, DPA (DPRD) Aceh," kata politisi PKB itu.
Rombongan Komisi III DPR itu akan dipimpin Wakil Ketua Komisi
III, Aziz Syamsuddin (FPG) dan jumlah anggota yang berangkat sebanyak 10
orang seperti Nasir Djamil (FPKS), Eddy Sadeli (FPD), Andi Rio Idris
Panjalangi (FPDIP), Sayed Mauladi (FPKS), Adang Daradjatun (FPKS),
Taslim (FPAN). Ahmad Yani (FPPP), Bachruddin Nasori (FPKB), Martin
Hutabarat (FGerindra) dan Syarifuddin Sudding (FHanura)
"Usai melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh, saya mengusulkan agar
ditindaklanjuti dengan memanggil pihak-pihak terkait seperti Menko
Polhukam, Kapolri, Mendagri untuk meminta klarifikasi," kata Bachruddin
Dalam kesempatan itu, Bachruddin menyatakan, dirinya belum sepakat dengan
pernyataan Menko Polhukam, Djoko Suyanto, yang menyebutkan kasus
yang terjadi di Aceh bernuansa politis.
"Jangan berkesimpulan dulu. Kalau menduga-duga tak ada masalah, kalau
menjugde, bisa mengambangkan dan itu menyederhanakan masalah," kata
anggota dari daerah pemilihan IX Jawa Tengah (Kabupaten Brebes, Kota
Tegal, Kabupaten Tegas/Slawi atau Bregas. (Zul)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com