London (ANTARA News) - Tiga kali menyabet penghargaan Ballon d'Or sebagai pemain terbaik memantik pertanyaan, mengapa Lionel Messi menjadi pemain terbaik sejagat?

Usianya baru 24 tahun. Publik kemudian menyematkan Messi sebagai pemain multi talenta. Begitu gelar itu dilekatkan kepada pemain Barcelona itu, berbondong-bondong publik menyatakan dengan sukacita bahwa dia "yang dicari kini telah ditemukan". Pencarian berujung sukses.

Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona mengutarakan Messi memiliki teknik penguasaan bola luar biasa. Menyaksikan aksi Messi lewat televisi menyorongkan kenikmatan kemudian menularkan kecintaan akan nilai bahwa yang terbaik adalah yang terbaik. Pengakuan bening akan seorang Messi, tanpa upaya menutup-nutupi bahwa yang terbaik adalah yang terbaik.

Selain dilengkapi teknik yang mumpuni, Messi diperkaya dua nilai bermakna dalam laga bola, yakni kegembiraan dan kebersamaan. Tampillah dengan gembira dan pupuklah kebersamaan dalam setiap laga, demikian makna mengapa Messi terbaik.

Rekan satu tim Messi di Barcelona, Xavi mengatakan Messi tidak pernah menganggap enteng setiap lawan dan tidak pernah meremehkan dukungan penonton. Ia mecintai publik, kata Xavi menegaskan.

Dengan terpilihnya Messi sebagai pemain terbaik sejagat, dunia yang serba sinis ini dapat menimba makna kehebatan, kegembiraan dan kebersamaan, sebagaimana dikutip dari laman BBC.

Tiga kali terpilih sebagai pemain terbaik dunia membuktikan bahwa dia terbaik semasanya. Apakah Messi terbaik sepanjang masa? Nanti dulu. Ini yang memunculkan sejumlah perdebatan belakangan ini.

Messi kini mulai disejajarkan dengan sejumlah legenda sepakbola, yakni Pele dan Maradona. Keduanya berperan dan berkontribusi bagi negaranya masing-masing di ajang Piala Dunia, Pele bagi timnas Brasil, Maradona bagi timnas Argentina. Publik menanti kiprah Messi di timnas Argentina.

Barcelona begitu digdaya di Spanyol. Mampukah Messi membawa Barca ke ajang terhormat di pentas dunia, salah satunya Piala Dunia? Ini tanda tanya bagi Messi.

Di Barcelona, Messi terus diasah dengan gaya bermain serba tepat, serba cepat dan serba beraturan. Di timnas Argentina, penerapan pola ini masih diselimuti tanda tanya besar. Akankah Messi mampu menunjukkan kepemimpinannya di timnas Argentina?

Sekurang-kurangnya Messi tertantang membuktikan diri sebagai yang terbaik di dua piala dunia dan Liga Champions.
(A024)