Jakarta (ANTARA News) - Kabar baru muncul dari Austin Minggu ini di sela pertemuan ke-219 Masyarakat Astronomi Amerika.

Ilmuwan di sana mengumumkan penemuan objek bercincin mirip Saturnus pertama di luar sistem tata surya kita, didokumentasikan ketika peneliti mencoba mendiagnosa penyebab efek gerhana yang aneh berasal dari bintang di dekatnya.

Kami menggunakan istilah, mirip-Saturnus, kata sebuah laporan di laman teknologi popsci.com baru-baru ini.

Para ilmuwan percaya itu merupakan tubuh astonomi bercincin, tetapi, tidak jelas apa itu, sebuah planet, atau sebuah bintang yang mereka lihat di luar sana di Scorpius-Centaurus, daerah terdekat formasi bintang skala-besar terakhir berjarak sekitar 450 tahun cahaya.

Tetapi mereka yakin menyaksikan beberapa fenomena gerhana yang aneh saat mereka mempelajari cahaya yang datang dari sebuah bintang di dekatnya.

Menggunakan SuperWASP Internasional (Wide Angle Search for Planets) dan instrumen All Sky Automated Survey, para peneliti sedang mencari exoplanet-exoplanet dengan menganalisis fluktuasi cahaya yang datang dari bintang-bintang mirip-matahari.

"Ketika exoplanet dan objek lain melewati kita dan bintang jauh, kecerahan cahayanya bervariasi, yang mengindikasikan keberadaan sebuah planet ekstrasurya," tulis popsci.

Pengamatan lebih lanjut dipimpin peneliti dari Cerro Tololo Inter-Amerika Observatory di Chili dan University of Rochester, memastikan bahwa itu merupakan beberapa jenis objek dengan sejumlah cincin-cincin orbit puing-puing debu, yang memiliki jarak satu sama lain.

Itu, penemuan pertama mirip-Saturnus bercincin debu di luar sistem tata surya kita, dengan cincin terluar membentang sekitar 37 juta mil dari pusat orbitnya.

(*)

Penerjemah: Suryanto
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2012