Minggu, 21 Desember 2014

Peristiwa Laut Aru warisi keteladanan patriotisme

| 256 Views
id laut aru, tni-al, soeparno, kapal perang
Peristiwa Laut Aru warisi keteladanan patriotisme
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno melarung karangan bunga kelaut di Alur Pelayaran Timur Surabaya (APTS) Surabaya, Minggu (15/1). Larung bunga yang berlangsung di atas KRI Makasar-590 dalam rangka peringatan Hari Dharma Samudera Nasional itu bertujuan untuk mengingat jasa para pahlawan yang gugur di laut. (FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat)
Surabaya (ANTARA News) - Kepala Staf TNI-AL, Laksamana TNI Soeparno, memimpin peringatan Hari Dharma Samudera di atas geladak KRI Makassar-590 di perairan alur pelayaran timur, Surabaya, Minggu. Peringatan itu untuk mengenang Peristiwa Laut Aru yang menenggelamkan KRI Matjan Tutul.

Kegiatan yang diikuti jajaran petinggi dan prajurit TNI AL, serta ibu-ibu Jalasenastri, Muspida Jatim, dan veteran pejuang itu, ditandai dengan pelarungan karangan bunga dan tabur bunga ke laut.

Agenda yang digelar setiap 15 Januari itu, bertujuan mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang gugur dalam berbagai pertempuran di laut, seperti pertempuran di Selat Bali, Laut Sapudi dan Cirebon, Teluk Sibolga, dan pertempuran Laut Aru pada 15 Januari 1962.

Pertempuran Laut Aru merupakan puncak dari perjuangan dan patriotisme putra-putra bahari Indonesia dengan gugurnya Komodor Yos Soedarso dan tenggelamnya KRI Matjan Tutul.

"Makna dari peringatan Hari Dharma Samudera adalah mewarisi dan meneladani jiwa patriotisme para pahlawan kita yang dengan penuh semangat berjuang demi bangsa dan negara," kata Soeparno.

Pada kesempatan itu, Laksamana Soeparno menyerahkan tali asih kepada sejumlah pelaku sejarah dan ahli waris keluarga pejuang pertempuran Laut Aru.

Selain itu, juga diserahkan hadiah dan penghargaan kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah untuk kalangan militer maupun umum.

Usai upacara Hari Dharma Samudera, KSAL melepas keberangkatan kapal latih KRI Dewaruci yang melakukan pelayaran keliling dunia selama 277 hari dengan melintasi empat benua.

Sebelum pelepasan, Laksamana Soeparno menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mempromosikan program "Wonderful Indonesia" melalui KRI Dewaruci. (ANT)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga