ICOPE 3 fokus bahas konservasi hutan
Jumat, 20 Januari 2012 17:25 WIB | 2137 Views
Perkebunan kelapa sawit difoto dari udara di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Selatan, Rabu (13/7). Bukaan lahan untuk dijadikan kebun kelapa sawit memiliki resiko ekologis, sosial, dan ekonomi serius jika tidak dikelola berbasis penegakan aturan hukum pasti. (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)
... akan mengedukasi mana lahan yang boleh dibuka dan tidak dan membahas masalah yang sedang hangat sekarang seperti urusan agraria...
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - PT
SMART Tbk, CIRAD dan WWF Indonesia kembali menggelar International
Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) yang ketiga di Nusa Dua,
Bali, pada 22-24 Februari 2012, dengan tema Konservasi Hutan,
Meningkatkan Produksi Minyak Sawit Berkelanjutan.
Direktur Utama
PT SMART Tbk, Daud Dharsono,
melihat dinamika industri perkebunan sawit nasional begitu tinggi,
terlihat dari peningkatan keperluan minyak nabati global dan upaya
industri perkebunan sawit nasional mengedepankan praktek agrobisnis yang
profesional dan konservasi hutan.
"Intinya, bagaimana industri
melakukan bisnis kelapa sawit yang ramah lingkungan sekaligus menggenjot
nilai produksi," katanya ketika menggelar jumpa media di Kantor Pusat
Sinar Mas di Jakarta pada Jumat.
Konferensi yang diikuti
peserta dari 15 negara akan membahas semua permasalahan, solusi, alat
dan praktek-praktek lapangan untuk membuat konservasi hutan yang selaras
dengan momentum perkembangan kelapa sawit.
Konferensi itu juga
mendiskusikan sejumlah agenda utama seperti bagaimana menilai hutan yang
bernilai konservasi tinggi, bagaiman mengelola keanekaragaman hayati,
upaya pengurangan emisi karbon, pemanfaatan jasa lingkungan hingga upaya
itensifikasi perkebunan rakyat.
"Konferensi itu akan mengedukasi
mana lahan yang boleh dibuka dan tidak dan membahas masalah yang sedang
hangat sekarang seperti urusan agraria," katanya.
Harapannya,
konferensi itu dapat membagikan pengalaman dan solusi dari berbagai
pemangku kepentingan serta melanjutkan usaha-usaha untuk membuat
industri kelapa sawit sebagai konponen hijau pertanian. Sekaligus
menumbuhkan kepedulian semua elemen kepada sosial dan lingkungan.
Sebelumnya
Konferensi ICOPE digelar pada 2007 dan 2010. Pada ICOPE 2010,
konferensi itu berhasil memberikan inisiatif kunci kepada pemerintah
seperti penandatangan moratoriun deforestasi antara Indonesia dan
Norwegia.
Konferensi itu nanti akan dibuka secara resmi oleh
Menteri Pertanian RI Ir. H. Suswono, MMA dan dihadiri Menteri Kehutanan
RI Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungan Hidup RI Berth Kambuaya. Juga
Peneliti dari LSM dan Univeristas, pengamat lingkungan, lembaga
pemerintah, para pakar perwakilan negara, dan perusahaan industri
kelapa sawit. (adm)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com