Gubernur Jatim, Soekarwo (kanan) dan Wakil Gubernur Jatim, Saifulah Yusuf (kiri) memberikan sambutan bersama pada peringatan Haul ke-30 KH Abdul Chamid di Pondok Salafiyah Kebonsari Kota Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (2/2). (FOTO ANTARA/Musyawir)

Berita Terkait
Pasuruan (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memrogramkan untuk menutup seluruh lokalisasi pelacuraan di berbagai daerah secara bertahap.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifulah Yusuf, yang mendampingi Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di depan para jamaah yang mengikuti peringatan Haul ke-30 KH Abdul Chamid di Pondok Pesantren Salafiyah Kebonsari Kota Pasuruan, Jawa Timur,Kamis (2/2).

Saifulah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul program penutupan seluruh lokalisasi pelacuran yang ada di seluruh Provonsi Jawa Timur akan bekerja sama dengan para kepala daerah dan MUI.

Dijelaskan oleh dia, para kepala daerah untuk menangani dari sisi sosial ekonominya, sedangkan MUI yang akan menangani sisi akhlaknya.

Gus Ipul menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah bertekad untuk menutup seluruh lokalisasi pelacuran yang ada di seluruh daerah di Jawa Timur secara bertahap.

Sebab, lanjut Gus Ipul, daerah Propvinsi Jawa Timur yang terkenal sebagai daerah santri, ternyata juga terdapat banyak lokalisasi pelacuran yang tersebar di pelbagai daerah di Jawa Timur.

Disebutkan, jumlah Pondok Pesantren di Indonesia yang mencapai sekitar 16 ribu, sebanyak 8 ribu diantaranya berada di Jawa Timur.

Namun Gus Ipul mengakui untuk menutup secara serentak seluruh lokalisasi pelacuran yang ada di Jawa Timur juga bukan pekerjaan yang mudah pula. Untuk itu penutupan akan dilakukan secara bertahap sambil mencari solusi alternatif pekerjaan yang lebih mulia bagi para mantan Pekerja Seks Komersial (PKS).

Gus Ipul yakin program tersebut akan berhasil jika mendapat dukungan dari seluruh komponen masyarakat, mulai dari pondok pesantren, ulama, serta keseriusan para kepala daerah.
(KR-MSW)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar