Jalur selatan Lumajang-Malang tertimbun longsor
Kamis, 2 Februari 2012 18:04 WIB | 994 Views
Lumajang (ANTARA News) - Jalur selatan yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang, Jawa Timur tertimbun longsor pada Kamis sore pukul 15.15 WIB.
Longsor telah menutup badan jalan di kawasan Piket Nol namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa, kata Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Rochani.
"Saat ini, kami masih menunggu alat berat untuk membersihkan longsoran yang terdiri dari sejumlah bongkahan batu besar dan lumpur karena tidak bisa menggunakan peralatan seadanya," tuturnya.
Kawasan Piket Nol merupakan puncak tertinggi yang menghubungkan Kabupaten Lumajang-Malang melewati jalur selatan yang melewati daerah pegunungan di lereng selatan Gunung Semeru dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok dan rawan longsor.
Menurut Rochani, arus lalu lintas di kawasan Piket Nol tidak ditutup total karena kendaraan bisa melewati jalur tersebut dengan ekstra hati-hati dan bergantian.
"Polisi lalu lintas terpaksa menerapkan pola buka-tutup untuk arus lalu lintas di jalur selatan Lumajang-Malang itu, agar tidak terjadi kemacetan yang cukup panjang," paparnya.
Ia berharap alat berat tersebut segera tiba di lokasi kejadian untuk membersihkan longsoran lumpur dan batu yang menutup sebagian badan jalan di jalur Piket Nol, agar arus lalu lintas di jalur selatan Lumajang-Malang kembali lancar.
Titik longsor di kawasan Piket Nol pada tahun 2011 sebanyak 12 titik, sedangkan tahun ini terdapat tiga titik longsor yang harus diwaspadai warga saat melewati jalur selatan lereng Gunung Semeru tersebut.
Ia mengimbau warga berhati-hati untuk melewati jalur Piket Nol pada saat hujan deras karena jalan licin, berlumpur dan bukit tersebut rawan longsor berupa tanah dan bongkahan batu besar.
"Lebih baik warga tidak melewati kawasan Piket Nol selama hujan deras karena sangat berbahaya bagi pengendara yang melewati jalur selatan Lumajang-Malang itu," katanya menambahkan.
(ANTARA)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com