Perampok berpistol rampas Rp575 juta
Kamis, 2 Februari 2012 18:29 WIB | 1122 Views
Ilustrasi Perampokan. (ANTARA News/Handry Musa)
Berita Terkait
Mukomuko, Bengkulu (ANTARA News) - Enam perampok bersenjata api berhasil merampas uang tunai Rp575 juta dan melukai dua orang di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Kamis pagi.
Uang ratusan juta rupiah yang dirampak perampok itu milik SP Putra Sakti Rp400 juta dan SP Bima Sakti Rp170 Juta, kata Sukarli, salah seorang dari lima korban perampokan di Mukomuko itu.
Dua orang yang terluka, Dedi dan Sukarli, mereka supir dan petugas keamanan.
Sukarli mengatakan, lokasi kantornya yang dirampok itu berada di jalan lintas barat Sumatera di Desa Tanjung Alai. Kejadiannya pukul 09.45 WIB.
Selain Sukarli, pekerja perusahaan itu yang menyaksikan dan mengalami perampokan itu, Haris, Yoga, Heri, seorang sopir bernama Budi.
Para pelaku mengenakan penutup muka.
"Cukup berani perampok yang mengunakan penutup muka itu karena saat ini rumah makan sedang ramai tetapi mereka tiba-tiba menodongkan pistol dan meminta supaya kami menyebutkan tempat penyimpangan uang milik dua SP," kata dia.
Anehnya lagi, kata dia, saat datang tiba-tiba perampok justru telah lebih dulu mengetahui keberadaan lokasi uang yang disimpan dalam laci tersebut. "Setelah kami ditodong perampok langsung membuka laci dan membawa kabur uang milik kantor kami," kata dia menambahkan.
Selain itu uang milik petugas keamanan Sukarli sebesar Rp5,5 Juta dan dua telepon genggam ikut dibawa kabur oleh kawanan perampok tersebut.
Setelah berhasil mengambil uang, perampok lari menuju SP IX, Kecamatan XIV Koto. "Kami sempat mengejar perampok itu namun tidak berhasil karena lebih cepat," ujarnya lagi.
Sementara itu, pihaknya telah melaporkan kejadian perampokan itu kepada kepolisian setempat.
Kepala Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Mukomuko Abu Hasan Rusli SPd membenarkan kejadian perampokan itu.
Anggota DPRD Mukomuko Adrizon meminta supaya pihak kepolisian lebih meningkatkan dan memperketat pengamanan di wilayah tersebut karena saat ini Kecamatan Lubuk Pinang termasuk rawan kejahatan.
"Setahu saya kejadian perampokan ini bukan pertama kali termasuk aksi kawanan maling ini sangat meresahkan masyarakat. Kami harap polisi perketat pengamanan," ujarnya.
(ANTARA)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com