Berita Terkait
Pekanbaru (ANTARA News) - Lima warga Kecamatan Batang Kumuh, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, dikabarkan hilang saat terjadi bentrok dengan sejumlah prajurit Brimob dari Sipirok, Sumatera Utara, Kamis siang.

"Selain memakan lima korban tembak, peristiwa bentrok warga dengan sejumlah pasukan Brimob dari Sipirok, Sumatera Utara ini juga mendatangkan korban hilang yang diduga dicuik oleh oknum tertentu," kata kuasa hukum warga, Nasir Sihotang.

Dari informasi yang dihimpun, kelima korban hilang tersebut satu diantaranya perempuan dan empat lainnya laki-laki dewasa.

"Indentitas pastinya, mulai dari nama hingga tempat tinggal warga ini belum dapat diketahui secara jelas. Namun pastinya, warga hilang ada sebanyak lima orang, sama banyak dengan korban tembak yang juga lima orang," kata Nasir.

Dia menjelaskan, penyebab bentrok warga dengan Bromob di wilayah perbatasan Riau-Sumut ini sebelumnya dipicu oleh masalah sengketa lahan dengan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) yang beroperasi di wilayah tiga kecamatan, Kecamatan Tambusai, Kecamatan Rajatinggi serta Kecamatan Batang Kumuh.

"Sebenarnya perkara ini sudah sejak lama, yakni sejak tahun 1998. Dan masalah sengketa ini juga telah dimenangkan oleh masyarakat saat diadili di Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pangarayan, Rokan Hulu. Sekarang kasus ini juga tengah berada di tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA)," katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP Syarif Pandiangan di Pekanbaru mengatakan, sejauh ini pihaknya memang telah mendapatkan informasi adanya warga hilang tersebut.

"Namun kami akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu untuk memastikannya. Kasus ini juga telah kami koordinasikan dengan Polres Rohul dan Polda Sumut," demikian Pandiangan.

(KR-FZR)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar