Menkeu harapkan penyesuaian tarif listrik diberlakukan
Kamis, 2 Februari 2012 19:12 WIB | 1963 Views
Menteri Keuangan Agus Martowardojo (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean )
"Kami khawatir selama ini pagu yang disubsidi selalu terlampaui. Jadi ini sesuatu yang secara pengelolaan keuangan kurang baik"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengharapkan penyesuaian tarif listrik jadi diberlakukan pada April mendatang agar tidak membebani anggaran subsidi energi listrik dalam APBN 2012.
"Saya tentu mengharapkan pembicaraan pemerintah dengan Komisi VII DPR RI sudah diizinkan untuk menyesuaikan listrik dan biar dilaksanakan oleh PLN dengan baik," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis.
Menurut Menkeu, apabila penyesuaian tarif tidak diberlakukan, anggaran subsidi akan melampaui perkiraan, padahal kejadian tersebut telah berlangsung setiap tahun.
"Kami khawatir selama ini pagu yang disubsidi selalu terlampaui. Jadi ini sesuatu yang secara pengelolaan keuangan kurang baik," katanya.
Ia mengatakan, apabila anggaran subsidi melebihi target, akan berimplikasi pada anggaran belanja pemerintah pada APBN.
Menurut dia, apabila muncul penambahan anggaran energi akibat pemerintah tidak mampu menjaga alokasi subsidi listrik, pembuatan APBN Perubahan menjadi dimungkinkan.
"Kalau situasinya seperti ini, yang kami rencanakan dan sudah disepakati tidak bisa dilaksanakan, tentu alasan untuk melakukan APBN Perubahan menjadi ada," kata Menkeu.
Untuk itu, Menkeu mengharapkan anggaran subsidi energi dapat lebih terjaga dan kredibel, namun harga minyak dunia yang mengalami kenaikan dan fluktuatif patut menjadi pertimbangan.
"Aspek perubahan harga minyak membuat pos subsidi kita lebih besar dari yang dianggarkan. Kalau pembicaraan tidak bisa diselesaikan dalam pertemuan di komisi, kami sangat ingin menjaga kesehatan fiskal dengan mengajukan APBN Perubahan," ujarnya.
Terkait dengan usulan APBN Perubahan tersebut, Menkeu juga mengatakan adanya pendapat untuk menurunkan belanja pemerintah dan melakukan evaluasi agar anggaran makin sehat serta kredibel.
"Kalau di APBN Perubahan itu diusulkan, ada usulan-usulan untuk menurunkan belanja pemerintah supaya anggaran fiskal kita menjadi kredibel," katanya.
Pemerintah menganggarkan anggaran subsidi energi dalam APBN 2012 sebesar Rp168,6 triliun dengan alokasi untuk BBM sebesar Rp123,6 triliun dan listrik sebesar Rp45 triliun.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan anggaran subsidi energi pada APBN Perubahan 2011 sebesar Rp195,3 triliun dengan alokasi untuk BBM sebesar Rp129,7 triliun dan listrik Rp65,6 triliun.
(T.S034/D007) Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com