Jakarta (ANTARA News) - Menyelamatkan orangutan berarti juga menyelamatkan flora dan fauna lain yang hidup di hutan.  Mengapa begitu?

Karena, kata Presiden Direktur Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI), Jamartin Sihite, Kamis., "Orangutan merupakan umbrella species, makhluk yang hidup di atas pohon, yang mempengaruhi kehidupan di bawahnya."

Setiap orangutan membutuhkan areal 100-150 hektar. Saat orangutan makan biji-bijian, mereka biasanya melempar biji-bijian tersebut yang justru efektif untuk regenerasi hutan.

"Bisa dibayangkan kalau mereka bergerak 4-5 hektare, bagaimana penyebaran biji-bijian itu," sambung Jamartin.

Tidak hanya itu, saat sore hari ketika orangutan membuat sarang, mereka akan menyusun kanopi atau batang-batang pohon yang mereka anyam.

Otomatis, hutan yang lebat dengan pepohonan akan terbuka sehingga sinar Matahari mencapai tanaman di bawahnya.

"Regenerasi hutan menjadi lebih cepat. Orangutan membuat dinamis kehidupan hutan," tambahnya.

Sayang, orangutan di Pulau Kalimantan (termasuk Malaysia) terancam punah. Berdasarkan data tahun 2004, jumlah spesies mereka tinggal 65 ribuan.

Sementara para pemburu orangutan tak kunjung ditindak tegas.

"Saat mereka membuka area konsesi, secara tidak langsung orangutan yang tergeser dari tempat tinggalnya itu terbunuh," katanya.

M047

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar