Bahaya, orangutan terancam punah
Kamis, 2 Februari 2012 20:29 WIB | 1682 Views
Hutan dan orangutan tak bisa terpisahkan (Istimewa)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Jumlah orangutan di Pulau Kalimantan (termasuk Malaysia) terancam punah. Berdasarkan data tahun 2004, jumlah spesies mereka tinggal 65 ribuan.
Mereka terus berkurang populasinya karena dua faktor, yakni motif ekonomi dan anggapan pihak perusahaan terhadap orangutan bahwa itu hama.
"Orangutan dilindungi, tetapi kondisinya tidak terlindungi," ujar Presiden Direktur Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI), Jamartin, Kamis.
Sejak 2001, ada 850 orangutan di kandang BOSF dan dalam perawatan. Sekitar 620 orangutan ada di Kalimantan Tengah dan 230 lainnya di Kalimantan Timur.
Dalam kongres UNFCCC di Bali tahun 2007, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah menyatakan semua orangutan akan dilepasliarkan dan masuk hutan pada 2015.
"Namun, melepasliarkan orangutan bukan perkara mudah, ada standar internasional yang harus dipenuhi," kata Jamartin yang juga CEO Borneo
Orangutan Survival Foundation (BOSF) itu.
Orangutan harus tinggal di hutan yang aman dan sehat, yakni hutan yang jauh dari pemukiman, tidak ditemukan predator yang lebih dominan dari mereka, dan areal tersebut masih bisa dikelola. Hutan tersebut juga berada di bawah ketinggian 900 meter.
M047Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com