Tiga polisi Pakistan tewas dalam serangan Taliban
Jumat, 3 Februari 2012 00:17 WIB | 1925 Views
Peshawar, Pakistan (ANTARA News) - Gerilyawan Taliban yang bersenjatakan senapan dan granat menyerang patroli polisi di Pakistan baratlaut, Kamis, menewaskan tiga polisi dan melukai satu orang, kata polisi.
Serangan itu terjadi di distrik Lakki Marwat, 230 kilometer sebelah baratdaya Islamabad di provinsi bergolak Khyber Pakhtunkhwa yang berbatasan dengan Afghanistan.
Polisi mengatakan, delapan hingga sepuluh gerilyawan Taliban menyerang sebuah kendaraan polisi, pertama-tama dengan melemparkan granat dan kemudian memberondongkan tembakan dengan senapan Kalashnikov setelah polisi berusaha membalas.
"Tiga polisi tewas dan satu orang cedera. Militan Taliban kemudian melarikan diri," kata Mohammad Gulzar, kepala kepolisian daerah itu, kepada AFP.
Gulzar mengatakan, Taliban bersembunyi di kedua sisi jalan dan melarikan diri dengan dua kendaraan setelah serangan tersebut.
Terjadi peningkatan bentrokan antara pasukan Pakistan dan gerilyawan muslim garis keras di kawasan suku semi-otonomi di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan.
Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 4.800 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.
Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al-Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS.
Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.
Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al-Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.
Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.
Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror.
Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.
Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011. (M014)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com