ICRC janji tetap bantu rakyat Somalia, walau dilarang Al Shabaab
Jumat, 3 Februari 2012 02:04 WIB | 2526 Views
Jenewa (ANTARA News) - Komite Internasional Palang Merah (ICRC) hari Kamis berjanji tetap membantu rakyat Somalia namun menyesalkan keputusan gerilyawan Al-Shabaab yang memerintahkan organisasi itu menghentikan operasi bantuan darurat.
"ICRC menyesalkan keputusan Kantor Pengawas Organisasi Asing Harakat Al-Shabaab Al-Mujahidin mengakhiri perjanjian dimana ICRC diizinkan mengirim bantuan pangan darurat di wilayah yang dikuasai Al-Shabaab di Somalia," kata ICRC dalam sebuah pernyataan, lapor AFP.
Senin, gerilyawan Al-Shabaab melarang ICRC beroperasi di daerah-daerah yang mereka kuasai di Somalia selatan dan tengah.
ICRC beroperasi di negara Tanduk Afrika itu selama 30 tahun terakhir, terutama memberikan bantuan medis.
Organisasi itu menghentikan distribusi pangan bagi 1,1 juta orang di Somalia selatan dan tengah pada 12 Januari, dengan alasan militan menghalangi pengiriman di daerah-daerah negara itu yang dilanda kelaparan.
"Komite Internasional Palang Merah telah berulang kali mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh penduduk setempat dan, dalam beberapa pekan terakhir ini, menuduh mujahidin (gerilyawan Al-Shabaab) menghalangi distribusi pangan," kata Al-Shabaab dalam sebuah pernyataan, Senin.
Juru bicara ICRC untuk Afrika, Anna Schaaf, menolak berkomentar mengenai hal itu.
Penghentian distribusi pangan oleh ICRC membuat menteri pemerintah Somalia memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan bisa memburuk. Sekitar 250.000 orang Somalia sudah hidup dalam kondisi kelaparan dan empat juta orang membutuhkan bantuan, kata PBB.
Al-Shabaab menuduh ICRC membagikan makanan yang kadaluwarsa kepada anak-anak dan wanita yang lemah setelah kekeringan, sehingga mereka berisiko terserang penyakit.
"Pemeriksaan menyeluruh terhadap tempat-tempat makanan dan gudang ICRC di Pemerintahan Islam yang dipimpin mujahidin menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen makanan yang disimpan untuk didistribusikan oleh organisasi itu tidak pantas untuk dikonsumsi manusia," kata pernyataan itu, seperti dikutip kantor berita Reuters.
Sekitar 2.000 ton metrik makanan kadaluwarsa yang akan dibagikan dibakar setelah pemeriksaan tersebut.
Somalia kini dilanda kelaparan parah akibat kekeringan terburuk yang terjadi di negara itu, dan PBB telah mengumumkan Mogadishu dan empat wilayah Somalia selatan sebagai zona kelaparan serta memperingatkan bahwa kelaparan bisa meluas ke seluruh penjuru negara itu.
Kondisi itu diperumit oleh bentrokan-bentrokan yang terus terjadi antara pasukan Somalia serta Uni Afrika sekutunya dan gerilyawan Al-Shabaab.
Bentrokan-bentrokan itu berlangsung ketika badan-badan bantuan internasional berusaha mencari cara untuk menyerahkan bantuan makanan kepada penduduk yang tinggal di kawasan yang dilanda kelaparan, khususnya daerah-daerah Somalia selatan yang dikuasai kelompok Al-Shabaab yang terkait dengan Al-Qaida.
Badan-badan bantuan menarik diri dari Somalia selatan pada awal 2010 setelah ancaman terhadap staf mereka dan aturan semakin keras yang diberlakukan terhadap aktivitas mereka oleh Al-Shabaab, yang dimasukkan ke dalam daftar kelompok teror oleh Washington.
Militan pada Juli mengatakan, kelompok bantuan asing bisa kembali lagi ke wilayah itu, namun seorang juru bicara Al-Shabaab mengatakan kemudian bahwa larangan operasi terhadap mereka masih tetap diberlakukan.
Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama empat tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB yang hanya menguasai sejumlah wilayah di Mogadishu.
Nama Al-Shabaab mencuat setelah serangan mematikan di Kampala pada Juli 2010.
Para pejabat AS mengatakan, kelompok Al-Shabaab bisa menimbulkan ancaman global yang lebih luas.
Al-Shabaab mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Kampala, ibukota Uganda, pada 11 Juli yang menewaskan 79 orang.
Pemboman itu merupakan serangan terburuk di Afrika timur sejak pemboman 1998 terhadap kedutaan besar AS di Nairobi dan Dar es Salaam yang diklaim oleh Al-Qaida.
Washington menyebut Al-Shabaab sebagai sebuah organisasi teroris yang memiliki hubungan dekat dengan jaringan Al-Qaida pimpinan Osama bin Laden. (M014) Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com