Harga minyak global diperdagangkan bervariasi
Jumat, 3 Februari 2012 05:33 WIB | 1875 Views
New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia diperdagangkan bervariasi (mixed) pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena pedagang mengimbangi ketegangan Iran yang sedang berlangsung dengan bertahannya kekhawatiran atas prospek permintaan energi global.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun 1,25 dolar AS menjadi ditutup pada 96,36 dolar AS per barel, lapor AFP.
Tetapi minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret naik 51 sen menjadi menetap pada 112,07 dolar AS per barel di London.
Pedagang terus khawatir tentang peningkatan lain dalam stok minyak mentah di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar di dunia.
"WTI saat ini telah menjadi terpuruk oleh laporan buruk persediaan kemarin, meskipun belum ada terlalu banyak informasi negatif hari ini," kata Matt Smith dari Summit Energy.
"WTI benar-benar dilanda jual dibandingkan dengan Brent," katanya. "Ini adalah kombinasi dari banyak unsur dan mungkin dapat dikaitkan dengan musim dingin yang hangat."
Departemen Energi AS, Rabu, melaporkan bahwa persediaan minyak mentah naik sebesar 4,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 27 Januari, lebih besar dari perkiraan analis.
Analis VTB Capital, Andrey Kryuchenkov, mencatat bahwa harga minyak mentah berjangka yang bervariasi selama seminggu terakhir "karena geopolitik masih mendasari Brent, sementara WTI tetap berada di bawah tekanan dari bertahannya kekhawatiran terhadap permintaan."
Pedagang juga bersemangat menunggu laporan pekerjaan AS Januari pada Jumat, untuk tanda-tanda perbaikan dalam pasar tenaga kerja yang sakit, di mana tingkat pengangguran turun menjadi 8,5 persen pada Desember.
"Sementara itu, pergerakan mata uang dan setiap kabar selanjutnya dari Yunani tentang masalah utang dan hasil pembicaraan kemungkinan akan bermanfaat untuk pasar, menawarkan beberapa dukungan," kata analis Sucden, Myrto Sokou. (A026)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com