New York (ANTARA News/AFP) - Deutsche Boerse dan NYSE Euronext membatalkan mega-merger mereka pada Kamis, setelah regulator Eropa memveto kesepakatan.

Keputusan itu menggagalkan rencana untuk menciptakan operator bursa terbesar di dunia yang diperkirakan berpotensi mendominasi perdagangan derivatif global, setelah Komisi Eropa pada Rabu menolaknya.

"NYSE Euronext hari ini mengumumkan bahwa mengingat keputusan oleh Komisi Eropa untuk menghalangi perjanjian merger, kedua perusahaan telah menyetujui penghentian perjanjian penggabungan usaha yang awalnya ditandatangani oleh perusahaan pada 15 Februari 2011," kata NYSE Euronext dalam pernyataan singkatnya.

Komisi Eropa, Rabu mengatakan, pihaknya tidak memiliki alternatif, kecuali memveto ikatan transatlantik yang disebut sebagai merger meskupun akan mempertahankan sisi dominan Jerman dalam perusahaan gabungan.

Komisi Eropa telah menyatakan kekhawatiran bahwa mereka akan memiliki kekuatan monopoli dalam perdagangan derivatif tertentu.

Tetapi NYSE Euronext dan Deutsche Boerse menolak rekomendasi untuk merubah kelompok usaha menjadi beberapa bisnis dalam merger yang akan dibahas.

"Kami hanya bisa memperbolehkan merger jika para pihak telah menawarkan cukup obat untuk kekhawatiran regulator," regulator senior untuk persaingan Uni Eropa, Joaquin Almunia, mengatakan Rabu.

"Sayangnya mereka hanya menawarkan obat yang terbatas cakupannya," katanya.

Kehilangan kesempatan untuk menjadi operator bursa terbesar di dunia, Deutsche Boerse, Rabu mengatakan, keputusan itu menunjukkan Uni Eropa "kehilangan kontak dengan realitas."

"Ini adalah hari yang gelap untuk Eropa dan daya saing masa depan di pasar keuangan global," gusarnya.

Kepala Deutsche Boerse, Reto Francioni, menyebut keputusan itu "tidak konsisten dengan dan bahkan bertentangan dengan pernyataan Komisi yang bertujuan memperluas peraturan di pasar derivatif over-the-counter."

NYSE Euronext, yang meliputi New York Stock Exchange dan bursa di Paris dan Amsterdam, mengatakan keputusan Komisi Eropa itu "didasarkan pada sebuah pemahaman yang secara fundamental berbeda tentang pasar derivatif."

"Ketika kami menjelaskan seluruh proses ini, kami tidak akan setuju untuk setiap konsesi yang akan membahayakan atau merusak logika industri dan ekonomi dari penggabungan yang diusulkan," kata ketua NYSE Euronext, Jan-Michiel Hessels.

Dalam mencapai kesepakatan itu, keduanya harus menangkis tawaran pesaing 11,3 miliar dolar AS oleh bursa Nasdaq dan ICE untuk NYSE Euronext, yang mereka katakan menghargai NYSE Euronext hampir 20 persen lebih dari penilaian pelamar Jerman.

Tetapi tawaran agresif itu akhirnya ditolak ketika regulator AS mengisyaratkan mereka akan menentangnya atas alasan anti-trust.

Namun demikian, para pengamat mengatakan, Deutsche Boerse memiliki posisi lebih baik daripada mitra AS, karena aktif di berbagai macam kegiatan, dari anjungan perdagangan saham elektronik Xetra, hingga untuk pasar derivatif Eurex dan Clearstream, anak perusahaan untuk kliringnya yang berbasis di Luksemburg.

Deutsche Boerse menghasilkan hanya 12 persen dari pendapatannya dari persaingan ketat, aktivitas perdagangan saham margin rendah, sedangkan dalam kasus NYSE Euronext itu menyumbang sekitar setengah dari bisnis secara keseluruhan.

Saham NYSE Euronext naik 1,25 persen pada awal perdagangan Kamis setelah kehilangan 0,5 persen pada Rabu karena penilakan Komisi Eropa atas kesepakatan rencana merger.

Di Frankfurt, saham Deutsche Boerse naik 2,1 persen.

Sementara rivalnya, operator bursa derivatif dan komoditas AS, CME, harga sahamnya terlihat melompat hampir lima persen karena berita tersebut. (A026)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar