Tahun "naga air" tahunnya investasi di Indonesia
Jumat, 3 Februari 2012 08:28 WIB | 1761 Views
Aviliani (FOTO ANTARA/Audy Alwi)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia Aviliani mengatakan pemerintah harus memanfaatkan tahun 2012 sebagai tahun investasi di Indonesia karena Indonesia memiliki pasar potensial sebesar 70 persen.
" Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang paling menarik untuk investasi," katanya ketika diwawancara ANTARA News melalui telepon pada Kamis (2/2).
China dan India sudah melakukan investasi besar-besaran sejak tujuh tahun lalu untuk meningkat perekonomian dan membangun infrastruktur, sedangkan investasi di Indonesia masih kurang. Indonesia membutuhkan Rp. 1.400 triliun untuk membangun infrastruktur dan Rp. 4.000 triliun untuk membangun perekonomian.
"Indonesia masih memiliki kesempatan untuk
mengembangkan Indonesia karena kapasitas China dan India sudah penuh," katanya.
Sebelumnya, majalah ekonomi luar negeri The Economist menyebutkan Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang dapat bertahan dari krisis global karena memiliki stabilitas moneter dan kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ruang moneter dan fiskal yang memadai itulah yang membuat negara berkembang mampu bertahan dari krisis 2008-2009 karena mampu mendorong permintaan dan menjadikan sektor swasta dalam kondisi prima.
Indonesia dianggap memiliki laju inflasi, pertumbuhan kredit, tingkat suku bunga, pergerakan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS serta anggaran negara, yang relatif sehat dan terjaga.
Terkait hal itu, Aviliani mengatakan kebijakan moneter yang paling penting adalah perbankan. Bank-Bank di Indonesia cenderung konservatif karena sumber dana berasal dari nasabah bank. Kebijakan fiskal Indonesia juga cukup
bagus karena hutang di bawah rasio hutang sebesar 25 persen sedangkan rasio hutang negara-negara Eropa yang sedang krisis sebesar 100 persen.
"Fiskal kita aman, juga fiskal APBN," katanya.
Namun, untuk fiskal APBN, pemerintah harus menambahkan defisit dari dari satu setengah menjadi dua setengah. Setelah itu, baru pemerintah melaksanakan kebijakan-kebijakan proyek MP3i yang belum berjalan pada 2012 sehingga tercipta mobilisasi tenaga kerja dan lapangan pekerjaan.
"Harus tahun ini, karena tahun 2013 akan mendekati pemilu," katanya.
Aviliani juga menyarankan agar Masyarakat tidak perlu khawatir dengan fluktuasi naik dan turun nilai mata uang dan turunya harga indeks saham. (adm)
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com