RI-Pakistan rencanakan pembicaraan perjanjian perdagangan bebas
Jumat, 3 Februari 2012 13:13 WIB | 1794 Views
Gita Wirjawan (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Pakistan berencana menindaklanjuti pelaksanaan perjanjian perdagangan bidang tertentu (Preferential Trade Agreement/PTA) dengan pembicaraan mengenai perjanjian perdagangan bebas.
"Kami telah memutuskan bahwa dari sini kami akan mulai membicarakan perjanjian perdagangan bebas antara kedua negara," kata Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Sanaullah, setelah menandatangani PTA Indonesia-Pakistan di Jakarta, Jumat.
Peningkatan kerja sama perdagangan melalui perjanjian perdagangan bebas, menurut Dubes Pakistan Sanaullah, akan mengoptimalkan pemanfaatan potensi perdagangan antara kedua negara.
"Ini akan membuka peluang untuk melakukan yang sebelumnya terlewatkan," kata dia.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan kedua negara akan membicarakan perjanjian perdagangan bebas yang saling menguntungkan.
"Kami akan duduk, tapi bukan berarti akan menyelesaikannya dalam waktu dekat. Semangatnya, kalau ini membuahkan keuntungan bagi semua, kenapa tidak," kata Gita Wirjawan.
Ia menjelaskan pula bahwa selanjutnya perjanjian perdagangan bebas antara kedua negara harus menjadi pelengkap dari perjanjian yang sudah dibual secara multilateral.
"Jangan sampai diskusi perjanjian perdagangan bebas secara bilateral ini malah mematahkan semangat multilateralisme. Ini sudah saya komunikasikan dengan Duta Besar dan Menteri Perdagangan Pakistan," kata dia.
Pemerintah Pakistan berharap pembicaraan mengenai perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia bisa mulai dilakukan setelah kunjungan kerja Menteri Perdagangan Gita Wirjawan ke negara itu.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berencana melakukan kunjungan kerja ke Pakistan dalam tahun ini, namun belum ditetapkan kapan waktunya. (M035/A011)Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com