Studi Baru Kanker Hati Primer Berencana Melibatkan 400 Pasien di Perancis
Jumat, 3 Februari 2012 14:03 WIB | 394 Views
AsiaNet 48234
PARIS, 3 Februari 2012 (ANTARA/PRNewswire-AsiaNet) --
'SARAH' - uji coba terkontrol acak kolaboratif nasional Perancis radioembolisasi dengan mikrosfer resin yttrium-90 dengan sorafenib pada karsinoma hepatoseluler stadium lanjut saat ini terbuka untuk perekrutan
Permulaan SARAH, uji coba terkontrol acak yang secara langsung membandingkan efektifitas radioembolisasi dengan mikrosfer resin yttrium-90 (mikrosfer SIR-Spheres(R); Sirtex Medical Limited, Australia) dengan sorafenib (Nexavar(R), Bayer HealthCare Pharmaceuticals, Jerman), terapi sistematis yang memiliki standar perawatan untuk pasien karsinoma hepatoseluler (HCC) stadium lanjut tanpa pembedahan, diumumkan hari ini oleh kepala peneliti, Professor Valerie Vilgrain MD, Phd, Departemen Radiologi, Beaujon Hospital, Assistance Publique - Hopitaux de Paris, Clichy dan Universite Paris Diderot, Sorbonne Paris Cite, Perancis.
SARAH (SorAfenib versus Radioembolization in Advanced Hepatocellular Carcinoma) adalah tahap ketiga uji coba acak terbuka dengan beberapa pusat penelitian, yang bertujuan merekrut 400 pasien di Perancis dengan HCC stadium lanjut (Barcelona Clinic Liver Cancer Stadium C) dengan atau tanpa trombosit pembuluh vena dan tidak adanya penyebaran ekstrahepatis, yang tidak dapat dilakukan pembedahan, transplantasi hati atau ablasi frekuensi radio; ataupun penyakit yang berkembang dan kambuh setelah terapi sebelumnya.[1]
Tujuan utama studi ini adalah untuk menilai jika radioembolisasi dengan mikrosfer resin yttrium-90 memberikan peningkatan manfaat daya tahan dibandingkan dengan sorafenib pada pasien dengan HCC stadium lanjut.
Professor Vilgrain mengungkapkan: "Sebanyak 20 pusat ahli kanker di seluruh Perancis akan terlibat dalam pengujian ini. Mikrosfer SIR-SPheres telah dipilih untuk bagian dari uji kolaboratif ini, yang dilakukan oleh 'Assistance Publique - Hopitaux de Paris'."
Pada pasien dengan HCC stadium lanjut, sorafenib saat ini merupakan pengobatan standar. Penggunaannya terkait dengan peningkatan rata-rata kelangsungan hidup secara keseluruhan (dari 8 hingga 11 bulan pada pengujian SHARP) tetapi sebanyak 80% pasien juga mengalami efek samping terkait pengobatan.
Selective Internal Radiation (SIRT), yang juga dikenal sebagai radioembolisasi, adalah pengobatan baru untuk kanker hati yang tidak dapat dioperasi dengan memberikan dosis tinggi radiasi secara langsung ke lokasi tumor. Ini adalah pengobatan invasif yang minimal, di mana jutaan mikrosfer SIR-Spheres radioaktif (diameter antara 20-60 mikron) dimasukkan melalui kateter ke hati, di mana mereka memilih target tumor hati dengan dosis radiasi internal hingga 40 kali lebih tinggi dari radioterapi konvensional, saat masuk ke jaringan yang masih sehat. Ada peningkatan keinginan untuk radioembolisasi menggunakan mikrosfer resin yttrium-90 pada kelompok pasien, berdasarkan jumlah substansial dari studi terbuka kelompok tunggal serta beberapa pusat analisis Eropa [2] dari hasil jangka panjang yang terkait dengan kelangsungan hidup dan keamanan radioembolisasi menggunakan mikrosfer SIR-Spheres pada pasien HCC yang dapat dibedah. Dalam 13 studi terbuka pada kelompok tunggal pada 400 pasien HCC stadium lanjut, perpaduan perkiraan dari rata-rata kelangsungan hidup secara keseluruhan setelah radioembolisasi dengan mikrosfer yttrium-90 adalah 15 bulan (min-maks: 7 hingga 27 bulan).
Mikrosfer SIR-Spheres telah disetujui untuk digunakan di Australia, Uni Eropa (bertanda CE), New Zealand, Swiss, Turki dan beberapa negara lainnya antara lain Asia (India, Korea, Singapura, dan Hong Kong) untuk pengobatan tumor hati yang tidak dapat dibedah. Mikrosfer SIR-Spheres juga akan digunakan di Amerika Serikat untuk pengobatan tumor hati metastatik yang tidak dapat dibedah dari kanker kolorektal utama terkait dengan kemoterapi arteri intrahepatik menggunakan floksuridin.
Professor Vilgrain berkata: "Uji SARAH adalah pengujian hipotesis bahwa radioembolisasi menggunakan mikrosfer resin yttrium-90 dapat meningkatkan rata-rata kelangsungan hidup pasien secara keseluruhan dengan efek samping yang lebih sedikit dan/atau kualitas hidup yang lebih baik terkait dengan sorafenib. Kami berharap bahwa hasil studi ini akan membantu meningkatkan prognosis kesulitan untuk mengobati pasien."
Tentang Karsinoma Hepatoseluler
Karsinoma Hepatoseluler (HCC) terjadi pada orang yang hatinya telah rusak parah atai sirotik, terkait dengan kondisi seperti hepatitis dan pecandu alkohol. Ini adalah salah satu dari 10 kanker yang umumnya terjadi di dunia, dengan hampir 750.000 kasus yang didiagnosa setiap tahunnya, dan penyebab ketiga terbesar pada kematian karena kanker. [3] Penyakit ini terjadi dengan frekuensi yang amat tinggi di wilayah yang paling sering didiagnosa dengan adanya virus hepatitis B atau C, antara lain Asia Pasifik dan Eropa Selatan.
Kanker hati dapat diobati dengan pembedahan, baik itu dengan membedah bagian hati yang sakit, maupun transplantasi hati dari donor yang sehat. Intervensi ini terkadang tidak sesuai untuk sebagian besar pasien, yang kelangsungan hidupnya mulai dari beberapa bulan hingga dua tahun atau lebih tergantung besarnya daya tahan hati mereka pada saat diagnosis dan perluasan penyebaran tumor.
Referensi:
1) SorAfenib versus Radioembolization in Advanced Hepatocellular carcinoma (SARAH): http://clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT01482442.
2) Sangro B, Carpanese L, Cianni R et al on behalf of European Network on Radioembolization with yttrium-90 resin microspheres (ENRY).
Survival after [90]Yresin microsphere radioembolization of hepatocellular carcinoma across BCLC stages: A European evaluation. Hepatology 2011; 54: 868-878.
3) GLOBOCAN. Liver Cancer Incidence and Mortality Worldwide in 2008. http://globocan.iarc.fr/factsheets/cancers/liver.asp accessed 28 June 2011.
SUMBER: Sirtex Medical LimitedCOPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com