Anggota Brimob juga terluka dalam bentrok Rohul
Jumat, 3 Februari 2012 15:54 WIB | 1345 Views
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Basri Marzuki)
()
Parah atau tidak, kami belum tahu pasti karena kejadiannya begitu cepat
Berita Terkait
Pekanbaru (ANTARA News) - Beberapa anggota Brimob Polda Sumatera Utara dikabarkan juga terluka dalam bentrok dengan warga di wilayah perbatasan Riau-Sumut tepatnya di Desa Batang Kumuh, Tambusai, Rokan Hulu, Riau, pada Kamis siang.
"Selain warga, memang kabarnya juga ada korban dari Brimob. Beberapa kabarnya mengalami luka bacok senjata tajam. Namun jumlahnya berapa kami belum dapat informasi lanjutan," kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) AKBP Yudi Kurniawan, Jumat.
Menurut Yudi, sejumlah anggota brimob tersebut saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tapanuli Selatan.
"Parah atau tidak, kami belum tahu pasti karena kejadiannya begitu cepat," kata dia.
Bentrok warga dengan Brimob Polda Sumut Kamis (2/2) siang lalu itu menurut informasi dipicu oleh masalah sengketa lahan antara warga dengan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) di Desa Batang Kumuh, Kecamatan Tambusai.
Pada peristiwa ini, tercatat ada enam orang warga yang terluka tembak saat pasukan Brimob Polda Sumut mengawal aksi penggusuran yang dilakukan PT MAI.
Keenam warga yang terluka, Osmar Sihombing (30), Franky Dolok Pasaribu (30), Nomos Sihombing (34), Johanes Sitorus (35), dan Ranto Sirait (27) serta Joni Sihotang (58).
Saat ini ke-enam korban tembak tersebut tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pasir Pangarayan, Rohul, setelah menjalani operasi kecil pengangkatan peluru karet yang bersarang di bagian organ tubuh masing-masing.
Selain menjadi korban tembak, kabar terakhir, sebanyak delapan orang warga juga sempat dibawa paksa oleh pihak Brimob Polda Sumut untuk diperiksa terkait peristiwa bentrok.
Empat diantaranya kabarnya sudah dibebaskan dan empat lainnya masih dalam penahanan pihak Polda Sumut guna melengkapi penyelidikan kasus.
(KR-FZR/M019)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com