Pesawat Merpati akan kembali layani penerbangan perintis
Jumat, 3 Februari 2012 16:31 WIB | 1488 Views
Sejumlah petugas bandara usai mengatur keberangkatan pesawat Merpati MA60 di Bandara Mutiara, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (16/6). Pesawat Merpati yang baru saja diluncurkan untuk rute baru Palu-Balik Papan tersebut, berangkat setiap hari. (FOTO ANTARA/Muhamad Nasrun)
... Karena memang diperlukan untuk melayani sejumlah bandara di daerah kecamatan maupun kabupaten di Maluku...
Berita Terkait
Ambon (ANTARA News) - Pesawat Merpati jenis NC-212 akan kembali melayani penerbangan perintis di Maluku. Sebelumnya, satu pesawat terbang maskapai penerbangan nasional itu tergelincir di Larat, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, pada awal Desember 2011.
"Saya diberitahukan paling terlambat pekan depan penerbangan perintis
yang dilayani pesawat Merpati kembali beroperasi," ujar Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Maluku, John Rante, ketika dikonfirmasi, Jumat petang.
Operasionalisasi penerbangan perintis pesawat Merpati diatur Kuasa Pengguna Anggaran di kota Tual. Di jalur ini, Merpati cuma memiliki satu pesawat terbang NC-212 Aviocar, yang juga melayani rute penerbangan perintis hingga ke Atambua, NTT.
Untuk bisa dipergunakan lagi, mekanik PT Merpati Nusantara Airlines menyelamatkan mesin NC-212 yang tergelincir di Larat itu dan memasangkannya ke fuselage pesawat terbang tipe sejenis lain. Jadi, cuma mesinnya saja yang "dimanfaatkan".
"Jadi penerbangan perintis yang sempat terganggu dan meresahkan pengguna jasa armada udara itu karena hanya satu pesawat milik PT.MNA yang beroperasi di Maluku kembali teratasi," kata Rante.
Karena NC-212 Merpati itu tidak bisa dipakai selama beberapa waktu, masyarakat menjadi resah dan kecewa. Dia memaklumi keresahan pengguna jasa penerbangan perintis yang dilayani PT MNA.
"Karena memang diperlukan untuk melayani sejumlah bandara di daerah kecamatan maupun kabupaten di Maluku," katanya.
Jalur penerbangan perintis di pelosok Tanah Air memang jauh dari menguntungkan sehingga banyak maskapai penerbangan nasional yang ogah melakoni. Akan halnya PT Merpati Nusantara Airlines, pemerintah memang memberi tugas khusus kepada mereka untuk menerbangi jalur-jalur perintis itu.
Disebabkan keperluan masyarakat dan percepatan pembangunan pada satu sisi dihadapkan dengan resiko kerugian dari sudut bisnis penerbangan pada sisi lain, maka operasionalisasi penerbangan perintis itu ditanggung bersama dengan pemerintahan daerah setempat.
Bentuknya ada beberapa, di antaranya kerja sama operasi hingga subsidi. Contohnya untuk jalur penerbangan Bandar Udara Haliwen, Atambua, ke Bandar Udara Eltari di Kupang, yang disubsidi pemerintah setempat hingga Rp100.000 per pemakai jasa penerbangan Merpati. (ANT)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com