Blokir tol janganlah terulang lagi
Jumat, 3 Februari 2012 17:06 WIB | 1075 Views
Demonstran menutup jalan tol di Cibitung, Jawa Barat, sebagai bentuk kekecewaan atas keputusan PTUN Bandung yang memenangkan Apindo Bekasi atas SK Gubernur Jawa Barat No.561/Kep 1540-Bansos/2011 soal UMK Bekasi. (FOTO ANTARA/Widodo S Jusuf)
... harus hitung untung dan ruginya apa (kalau demo menutup jalan)...
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Pimpinan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mengimbau agar peristiwa demonstran buruh memblokir jalan tol yang mengakibatkan macet total tidak terulang kembali pada unjuk rasa selanjutnya.
"Kita harus hitung untung dan ruginya apa (kalau demo menutup jalan)," kata Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Untung S Rajab, di Jakarta, Jumat.
Rajab mengatakan polisi telah melakukan pendekatan persuasif dan menjelaskan dampak dari penutupan akses jalan tol kepada organisasi serikat pekerja.
Jenderal kepolisian bintang dua itu, menuturkan demonstrasi dengan cara menutup akses jalan tol merugikan Indonesia, karena berkurangnya kepercayaan dunia internasional dan mempengaruhi pertumbuhan investasi.
Mantan kapolda Jawa Timur itu, menyatakan setiap warga negara Indonesia termasuk pekerja berhak menyampaikan pendapat di muka umum.
Namun, peserta unjukrasa yang menyampaikan pendapat di muka umum secara tertib dan harus menghormati masyarakat lain, guna menjaga situasik yang kondusif.
Sebelumnya, ribuan pekerja pabrik berunjukrasa dengan cara menutup akses pada beberapa titik ruas di Jalan Tol Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/1).
Akibat penutupan akses jalan tol tersebut, arus lalu lintas kendaraan dari Jakarta menuju Cikampek macet total hingga belasan kilometer.
Massa pekerja pabrik di Bekasi, mendesak pengusaha menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) sesuai Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat. (T014)Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com