Sejumlah buruh dari berbagai organisasi perburuhan Bekasi berunjukrasa melawan gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/1). Selain investor atau pemodal, kelangsungan usaha dan iklim investasi juga ditentukan oleh kinerja buruh yang menjadi pelaksana paling ujung aktivitas bisnis investasi di Tanah Air. (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)

... saudara-saudara yang bergerak di dunia usaha, dari komunitas dan kalangan mana pun... Alangkah tidak adil jika perusahaan terus meningkat dengan keuntungan berlipat, tetapi para buruhnya tidak meningkat kesejahteraan dan penghasilannya...
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Yudhoyono berharap dunia usaha agar dapat menghargai buruh dan mengedepankan prinsip keadilan kepada mereka. Menyesuaikan upah buruh sesuai dengan kemampuan dan skala perusahaan menjadi salah satu cara.

Isu seputar beberapa hal inilah yang belakangan sering menjadi pemicu demonstrasi oleh kaum buruh di mana-mana.

Harapan tersebut disampaikan Yudhoyono dalam pidatonya pada perayaan tahun baru Imlek Nasional 2563 di Balai Sidang Jakarta, Jumat, yang juga dihadiri Wakil Presiden, Boediono.

"Kepada saudara-saudara yang bergerak di dunia usaha, dari komunitas dan kalangan mana pun, sekali lagi saya mengajak saudara-saudara untuk memberikan penghargaan kepada para buruh dengan mengedepankan sisi keadilan," katanya.

Menurut Yudhoyono yang hadir didampingi Ani Yudhoyono, pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha Indonesia yang semakin baik harus diikuti pula oleh kesejahteraan para buruh.

"Kita perlu mengedepankan rasa keadilan. Alangkah tidak adil jika perusahaan terus meningkat dengan keuntungan berlipat, tetapi para buruhnya tidak meningkat kesejahteraan dan penghasilannya," tuturnya.

Presiden mengingatkan dunia usaha agar arif dan sadar untuk memikirkan taraf hidup para buruh dan tidak hanya menunggu aksi para buruh yang terus menerus menuntut keadilan.

"Mari kita cari solusi terbaik agar kehidupan para buruh lebih sejahtera dan kalangan dunia usaha juga dapat terus tumbuh dan berkembang. Suatu keadaan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," katanya.

Sebaliknya, Kepala Negara juga mengingatkan kepada kaum pekerja agar tidak melakukan tindakan yang mengganggu kepentingan masyarakat dan menyalurkan aspirasi secara tertib dan damai.

Dalam pidatonya di hadapan sekitar enam ribu penganut Khonghucu yang merayakan tahun baru Imlek, Presiden mengajak mereka untuk menjadikan momentum tahun baru sebagai ladang amal untuk lebih banyak berbuat kebaikan dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

"Mari kita tingkatkan kesetiakawanan dan rasa kebersamaan dengan sesama warga bangsa. Tingkatkan pula keluhuran budi, sikap solidaritas, dan lebih banyak berbuat kebajikan," demikian Presiden. (D013)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar