Jakarta (ANTARA News) - Saham-saham di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Jumat melemah dimotori saham-saham sektor perbankan.

Tekanan jual mendorong indeks harga saham gabungan BEI ditutup turun 0,95 poin atau 0,02 persen ke posisi 4.015,95. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 0,06 poin atau 0,01 persen ke posisi 703,13 poin.

"Perdagangan akhir pekan ini IHSG ditutup melemah tipis menyusul tekanan jual terhadap saham perbankan," kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono.

Ia menambahkan, pelemahan indeks BEI juga terjadi disaat indeks regional Asia yang lain mulai menguat. Diperkirakan pergerakan indeks masih akan dibayangi oleh wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

"Mengawali pekan depan kami proyeksikan indeks BEI akan bergerak fluktuasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Kisaran `support-resistance` hari ini 3.985-4.055 poin," ujar dia.

Sementara, transaksi perdagangan saham BEI tercatat dengan volume mencapai 4,337 miliar lembar saham senilai Rp3,874 triliun. Sebanyak 102 saham menguat, saham yang melemah 106, dan 101 saham tidak bergerak harganya.

Saham ditutup menguat di antaranya Taisho Pharmaceutical (SQBI) naik Rp12.500 ke Rp138.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp1.000 ke Rp59.150, H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp1.000 ke Rp45.000.

Saham yang mengalami pelemahan, Hexindo Perkasa (HEXA) turun Rp650 ke Rp10.050, United Tractors (UNTR) turun Rp450 ke Rp29.250, Sorini Agro (SOBI) turun Rp350 ke Rp2.050.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 17,53 poin (0,08 persen) ke level 20.756,98, indeks Nikkei-225 turun 44,89 poin (0,51 persen) ke level 8.831,93 dan Straits Times menguat 16,91 poin (0,58 persen) ke level 2.917,95.

(KR-ZMF/E008)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar