Harga minyak melonjak didorong laporan pekerjaan AS
Sabtu, 4 Februari 2012 05:05 WIB | 2714 Views
New York (ANTARA News/AFP) - Harga minyak dunia melonjak pada Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB), setelah secara tak terduga data pekerjaan mengindikasikan ekonomi Amerika Serikat tumbuh lebih kuat dari yang diperkirakan.
Kontrak utama New York, minyak mentah jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, melompat 1,48 dolar AS menjadi ditutup pada 97,84 dolar AS per barel.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret menguat 2,51 dolar AS menjadi 114,58 dolar AS per barel di London.
Ekonomi AS menambah 234 ribu pekerjaan bersih pada bulan lalu, mendorong tingkat pengangguran turun menjadi 8,3 persen, tingkat terendah dalam hampir tiga tahun, data pemerintah menunjukkan Jumat.
Berita itu didukung oleh angka-angka baru di sektor jasa penting dari ekonomi, yang kegiatannya meningkat pada Januari, juga dengan kecepatan jauh lebih cepat dari yang diharapkan.
Karena Amerika Serikat merupakan negara konsumen minyak mentah terbesar di dunia, pertumbuhan lebih kuat mungkin berarti sebuah kenaikan dalam konsumsi energi yang akan menjadi positif untuk harga minyak.
"Poin-poin data ekonomi terus datang dengan kuat dan mendukung harga," kata John Kilduff dari Again Capital.
Harga juga didukung oleh meningkatkan ketegangan antara Sudan dan Sudan Selatan yang telah memaksa penurunan produksi di Sudan Selatan.
Menambahkan bervariasi adalah laporan Washington Post bahwa Menteri Pertahanan AS Leon Panetta percaya ada "kemungkinan kuat" bahwa Israel akan menyerang instalasi nuklir Iran musim semi ini.
Ditanya tentang laporan itu kemudian, Panetta tidak membenarkan atau menyangkalnya.
Meski begitu, Phil Flynn dari PFG Best mengatakan, pembicaraan lebih banyaka ketegangan dengan Iran atas program senjata nuklirnya, tampaknya berdampak kecil terhadap perdagangan.
"Pasar minyak semakin kurang terguncang oleh berita utama di sekitar Iran," katanya.
"Ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz atau memangkas pasokan untuk Eropa dalam serangan pendahuluan, telah seperti cerita lama `The Little Boy Who Cried Wolf`."
(A026) Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com