Malang (ANTARA News) - Sektor transportasi terutama harga tiket pesawat udara menjadi pemicu utama terjadinya inflasi Januari 2012 di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, yang mencapai 0,27 persen.

Deputi Pemimpin Bank Indonesia Bidang Moneter Emanuel Lamen Ola, Sabtu, menilai, angka inflasi tersebut masih terkendali. Namun, harga tiket pesawat udara yang menjadi pemicu utama karena liburan akhir tahun dan Imlek.

"Karena rute maupun slot penerbangan ke Malang masih sangat terbatas inilah yang memicu naiknya harga tiket pesawat. Padahal, Malang sudah menjadi daerah tujuan wisata serta investasi yang cukup potensial," tegasnya.

Selain sektor transportasi, katanya, ada beberapa kelompok komoditas yang juga andil memicu inflasi di Kota Malang, seperti kelompok makanan, perumahan, rekreasi dan olahraga, rokok dan tembakau serta komunikasi dan jasa keuangan.

Secara umum Lamen menjelaskan, inflasi di Kota Malang selama kurun waktu 2011, year on year (yoy) mencapai 4,05 persen atau menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 6,70 persen (yoy). Dan, inflasi tahun 2012 diperkirakan mencapai sekitar 5 persen.

Sementara Kasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Enny Fatma Setyoharini mengatakan, inflasi yang terjadi pada Januari ini berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya. Inflasi biasanya dipicu oleh komoditas makanan, namun pada Januari 2012 justru sektor transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang menjadi peicu utama.

Secara rinci Fatma menerangkan, kelompok bahan makanan memberikan andil inflasi 0,06 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,42 persen, perumahan, air, listrik,gas, dan bahan bakar 0,27 persen, sandang -0,41 persen, kesehatan 0,29 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen serta kelompor transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,80 persen.

"Namun demikian, inflasi di Kota Malang merupakan terendah kedua dari tujuh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Nasional di Jatim, yakni Probolinggo 0,52 persen, Sumenep 0,50 persen, Surabaya 0,39 persen, Jember 0,28 persen, Kediri dan Kota Malang 0,27 persen serta Madiun 0,10 persen," ujarnya.

(E009)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar