BTDC jajaki penerbitkan obligasi Rp500 miliar
Sabtu, 4 Februari 2012 13:00 WIB | 1553 Views
Ilustrasi pariwisata Bali (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)
Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan kawasan wisata terpadu Mandalika Resor, Lombok.
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - PT Bali Tourism Development Corporation (BTDC) jajaki penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar yang akan direalisasikan pada 2012.
"Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan kawasan wisata terpadu Mandalika Resor, Lombok," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa, Parikesit Suprapto, di Jakarta, Sabtu.
Menurut Parikesit, BTDC sudah menyelesaikan kajian penerbitan obligasi dan sudah disampaikan kepada Kedeputian Usaha Jasa dan Kedeputian Restrukturisasi dan Privatisasi.
"Kajian sudah kami terima, untuk selanjutnya segera memberi persetujuan izin menerbitkan surat utang," kata ujar Parikesit.
Ia menjelaskan pada prinsipnya Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham mempersilahkan BTDC untuk mencari pendanaan termasuk mengundang investor untuk mengembangkan kawasan itu.
Mandalika Resort berada di kawasan seluas 1.175 hektar. Rencananya di tengah-tengah kawasan akan dibangun sirkuit balap mobil Formula 1.
Pada tahap awal pembangunan BTDC membutuhkan dana segar sebesar Rp500 miliar untuk membangun infrastruktur penunjang seperti jalan di dalam kawasan, saluran sanitasi dan saluran untuk irigasi tanaman dalam kawasan.
"Dana hasil obligasi juga sebagian akan digunakan untuk membangun jalan yang akan dijadikan sirkuit Formula 1," katanya.
Sedangkan untuk membangun hotel dan fasilitas lainnya di kawasan itu BTDC akan bermitra dengan MNC Group, Gobel Internasional, dan Rajawali Corpration.
"Pembangunan infrastruktur sebagai awal untuk memudahkan investor yang akan masuk mengembangkan kawasan ini," ujarnya.
MNC Group melalui anak usahanya PT Global Land Development memperoleh konsesi lagan 400 hektar untuk membangun sirkuit untuk balap Formula1 (F1), dan pelabuhan laut untuk kapal pesiar dan kapal laut.
PT Gobel Internasional dengan konsesi lahan seluas 350 hektar akan membangun resor dan hotel berbintang termasuk membangun fasilitas ramah lingkungan untuk pengelolahan air minum dan limbah.
Adapun Rajawali Group melalui anak usaha PT Canvas Develovment Sdn. Bhd akan membangun resor mewah, hotel berbintang dan villa di areal seluas 100 hektar.
Diketahui pada 21 Oktober 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan "ground breaking" pembangunan Mandalika Resort.
Setidaknya dibutuhkan dana sekitar Rp 27 triliun untuk mengembangkan kawasan wisata terintergasi ini, di mana sebesar Rp2,2 triliun investasinya dibiayai BUMN.
(R017)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com