Rendah, niat politik pemerintah perjuangkan buruh
Sabtu, 4 Februari 2012 13:06 WIB | 1469 Views
Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo)
Keberadaan kaum buruh ini mempunyai kekuatan besar bagi kehidupan suatu negara. Jika mereka semua mogok, bisa dibayangkan berapa besar kerugian ekonomi negara itu.
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menilai kemauan politik pemerintah untuk memperjuangkan nasib kaum buruh masih jauh dari harapan sehingga wajar apabila para pekerja itu menyuarakan tuntutan keadilan dimana-mana.
"Semua sudah tahu bagaimana `political will` pemerintahan sekarang terhadap nasib kaum buruh. Persoalan terkait buruh itu dari tahun ke tahun sama," ujar Wiranto saat melantik Pengurus Pusat Kesatuan Buruh Hanura (KBH) periode 2011-2016 di Jakarta, Sabtu.
Wiranto, yang juga mantan Panglima TNI itu, menyayangkan para pengambil keputusan yang tidak menggunakan hati nuraninya tatkala membuat berbagai kebijakan untuk memperbaiki nasib buruh. Karenanya menjadi wajar apabila banyak terjadi pergolakan dimana-mana akibat ketidak puasan buruh tersebut.
Wiranto mengatakan bahwa sesungguhnya kaum buruh itu mempunyai kekuatan cukup signifikan jika dilihat dari faktor jumlah mereka yang sangat besar.
"Keberadaan kaum buruh ini mempunyai kekuatan besar bagi kehidupan suatu negara. Jika mereka semua mogok, bisa dibayangkan berapa besar kerugian ekonomi negara itu," ujarnya.
Namun ironisnya, kekuatan dahsyat kaum buruh ini tidak selaras dengan kesejahteraan yang mereka dapatkan. Banyak buruh yang bekerja siang dan malam, tapi upah yang mereka dapatkan tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.
Hal tersebut, menurut Wiranto, dikarenakan para buruh masih dianggap sebagai obyek dan alat produksi saja. Padahal seharusnya para pekerja harus dianggap sebagai elemen penting dari suatu proses ekonomi yang adil.
Terkait kondisi yang masih memprihatinkan itu, Wiranto menegaskan, Hanura membuka pintu seluas-luasnya kepada kaum buruh untuk memperjuangkan keadilan yang belum mereka dapatkan itu.
Dijelaskannya bahwa garis kebijakan Hanura terkait buruh ini adalah tetap meningkatkan produktivitas
kerja buruh, tapi pada saat yang sama harus ada keadilan atas besaran upah yang layak untuk para pekerja dan keluarganya.
Berikutnya adalah Hanura akan terus berjuang pada tataran penyusunan kebijakan kepada para pengambil keputusan di eksekutif dan kalangan pengusaha agar mereka tidak hanya mendongkrak keuntungan yang setinggi-tingginya, tetapi mengabaikan hati nurani atas nasib para buruhnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat KBH Kusuma Soekasah mengemukakan bahwa cikal bakal organisasi sayap Partai Hanura itu sebenarnya sudah lama digagas yakni sejak 2004 dan telah sempat pula terbentuk.
Tapi, ia menambahkan, organisasi itu sempat vakum untuk beberapa waktu sehingga perlu direvitalisasi lagi pada 2011 lalu. Saat ini KBH telah mendapat dukungan dari berbagai organisasi serikat pekerja dan siap melebarkan sayapnya ke seluruh Indonesia.
"Sudah ada 20 provinsi yang siap dilantik kepengurusannya," ujarnya.
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com