Mamuju (ANTARA News) - Pembangunan PLTA Karama di Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, akan menenggelamkan desa yang ada di sekitarnya.

"Delapan desa akan ditenggelamkan, ketika PLTA Karama di bangun di Kecamatan Kalumpang, dengan (produksi tenaga listrik) 300 megawatt," kata Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu.

Ia mengatakan, selain delapan desa yang akan ditenggelamkan, sebanyak 8.000 jiwa masyarakat di Kecamatan Kalumpang juga akan direlokasi.

"Tetapi itu dilaksanakan setelah Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) yang akan melaksanakan kajian pembangunan PLTA Karama menganggap PLTA Karama layak dibangun," katanya.

Menurut dia, pembangunan PLTA Karama adalah proyek investasi yang dikerjasamakan Pemerintah Provinsi Sulbar dan investor China.

Ia mengatakan, proyek tersebut dilaksanakan atas keinginan pemerintah di Sulbar membangun sumber pembangkit listrik seperti di negara China.

"China adalah negara pertama di dunia yang mampu membangun PLTA dengan kekuatan sekitar 32.000 megawatt, pemerintah di Sulbar terinspirasi membangun PLTA seperti itu, di Sulbar, dalam rangka mendorong kemajuan pembangunan di daerah," katanya.

Menurut dia, PLTA Karama dibangun dengan tujuan untuk mengatasi masalah listrik di Sulawesi dan khususnya di Provinsi Sulbar yang selama ini menghambat perkembangan industri dan pembangunan ekonomi.

Karena itu, ia mengatakan, masyarakat Sulbar mendukung rencana pembangunan PLTA Karama agar target kemajuan pembangunan Sulbar dapat dicapai.

"Provinsi Kalsel juga sudah membangun PLTA dengan kekuatan 32 megawatt dan menenggelamkan 34 desa namun kini mereka merasakan dampaknya karena pembangunan di daerah itu telah berjalan," katanya.

(KR-MFH/S023)